@article{IPI135279,
title = "MEMBACA DISKURSUS POST-FEMINISME  MELALUI NOVEL Ã¢â¬ÅPEREMPUAN DI TITIK NOLÃ¢â¬Â",
journal = "Jurnal Komunitas",
volume = " Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal",
pages = "",
year = "2010",
url = http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/2283
author = "Prasetyo, Kuncoro Bayu",
abstract = "Gerakan post-feminisme banyak diperjuangkan melalui berbagai wacana pengetahuan baik media massa, buku ilmiah, maupun karya sastra. Melalui novel yang berjudul Ã¢â¬ÅPerempuan di Titik NolÃ¢â¬Â karya sastrawan, jurnalis sekaligus psikiater berkebangsaan Mesir, Nawal El Saadawi, mengekspresikan pandangannya ÃÂ tentang keperempuanan kontemporer. Tujuan tulisan ini adalah membedah post-feminisme dalam novel Ã¢â¬ÅPerempuan di Titik NolÃ¢â¬Â untuk mendiskusikan akar gerakan feminisme dunia dan hakikat dasar gerakan post-feminisme yang terbingkai dalam paradigma ideologi postmodernisme, serta menghubungkan secara kontekstual dengan situasi di Indonesia.Post-feminist movement fought through many discourse of knowledge, mass media, books, and letters. Through the novel, entitled Ã¢â¬ÂWomen at Point ZeroÃ¢â¬Â, writer, journalist and Egyptian psychiatrist, Nawal El Saadawi, expresses her points of view about contemporary womanhoond. The objective of this paper is to discuss post-feminism as represented in Women at Zero Point novel to shed light on post-feminist movement framed in ideological paradigm of postmodernism, and from there, make a contextual link with situation in Indonesia.",
}