cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journals Mining Engineering : Bina Tambang
ISSN : -     EISSN : 23023333     DOI : -
Core Subject : Science,
Atas dukungan dari jurusan Teknik Pertambangan dengan Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik UNP (Drs. Ganefri,MPd, P.hd) bekerjasama dengan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (Drs.Bambang Heriyadi,MT) dan seluruh Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Jurnal ini terbentuk dan didukung penuh untuk sarana kretifitas Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertambangan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang" : 16 Documents clear
Analisis Pengaruh Powder Factor Terhadap Hasil Fragmentasi PT. Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto Sumatera Barat Afni Nelvi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.122706

Abstract

Proses pembongkaran overburden yang di lakukan oleh PT. Allied Indo Coal Jaya dengan cara pengeboran dan peledakan. Dalam peledakan fragmentasi dipengaruhi oleh penggunaan powder factor. Powder factor adalah suatu bilangan yang menyatakan perbandingan antara penggunaan bahan peledak dan terhadap jumlah material yang diledakkan dalam satuan kg/m3. Dari hasil pengamatan dilapangan geometri peledakan yang diterapkan perusahaan diperoleh fragmentasi bongkahan besar dari 60 cm dengan persentase lebih dari 20% yang mengakibatkan alat bongkar muat dan target produktivitas tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang geometri peledakan dan mengoptimal kan penggunaan powder factor berdasarkan metode R.L Ash dan Kuz Ram. Geometri usulan yang diterapkan adalah burden 2 spacing 4 stemming 1,9, kedalaman lubang 8 subrilling 0,6 tinggi jenjang 7,4 powder column 5,5 dan powder factor 0,338 kg/m3 dengan analisis kuz ram telah memenuhi target standar perusahaan dengan persentase tertahan ukuran 60 cm dibawah 20%.
ANALISIS GEOMETRI JALAN AWR (ALL WEATHERING ROAD) DI JALAN AWR PIT 1 BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM, TBK. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Arif Maulana Hadi; Mulya Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126007

Abstract

Abstract. PT Bukit Asam Tbk merupakan sebuah perusahaan pertambangan milik Indonesia, mengkhususkan diri dalam berbagai aspek pertambangan batu bara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, penyulingan, transportasi, dan perdagangan. Perusahaan ini berkomitmen untuk memelihara fasilitas pelabuhan batu bara guna memenuhi permintaan internal dan eksternal. PT Bukit Asam Tbk menggunakan sistem pertambangan terbuka, dengan menggunakan metode pertambangan kontinu dengan peralatan seperti excavator roda ember (BWE), backhoe, dan truk angkut. Beberapa faktor menghambat operasi optimal sistem pengangkutan, termasuk kondisi jalan angkut yang sempit, yang mengharuskan satu sistem pengangkutan berhenti saat yang lain melewati. Selain itu, kemiringan curam memerlukan kecepatan yang dikurangi untuk navigasi yang aman, dan permukaan jalan yang tidak rata menyebabkan penyebaran material selama transportasi. Untuk mengatasi tantangan ini, evaluasi teknis terhadap geometri jalan angkut diperlukan. Evaluasi ini bertujuan untuk menyederhanakan proses transportasi dan meningkatkan keselamatan operator pengangkutan. Lebar jalan angkut bervariasi antara kondisi lurus dan belok, dengan lebar belokan secara konsisten lebih besar. Desain ini disengaja untuk mengakomodasi deviasi potensial dalam lebar pengangkutan yang disebabkan oleh sudut yang dibentuk oleh roda depan dengan badan truk saat melewati tikungan. Jalan tambang yang ideal mempertahankan kemiringan lintang antara 20 mm/m dan 40 mm/m (2% hingga 4% untuk setiap meter lebar jalan). Kasus khusus jalan AWR Pit 1 melibatkan jalan angkut sepanjang 2.375 meter, tersegmentasi menjadi empat segmen jalan lurus dan satu segmen jalan belok. Beberapa segmen jalan memenuhi nilai kemiringan lintang yang dibutuhkan, sesuai dengan standar jalan setelah perhitungan dan penilaian menyeluruh.
IMPLEMENTASI JOB SAFETY ANALYSIS UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI TAMBANG BAWAH TANAH PT. ALLIED INDO COAL JAYA, PARAMBAHAN KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT Aqilah Giwang Putri; Fadhilah -
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126022

Abstract

PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menerapkan sistem tambang terbuka (Surface Mining) dan tambang bawah tanah (Underground Mining). Karena dilihat dari manajemen risiko masih adanya potensi bahaya, terbukti dari data medis yang diterima dari perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dalam beberapa bidang pekerjaan yang dapat menimbulkan kecelakaan, statistik kecelakaan kerja frequency rate dan severity rate, mengetahui bagaimana penerapan implementasi Job Safety Analysis (JSA) terhadap beberapa kegiatan penambangan di Perusahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner, dan dokumentasi kegiatan penambangan.      Hasil analisa kuesioner tingkat risiko dari sub-kriteria yang sering terjadi secara keseluruhan di PT. Allied Indo Coal Jaya berdasarkan perhitungan persentase ialah 30% kecelakaan pada saat pengoperasian Lori, 10% kecelakaan saat pemasangan rel, 23,3% kecelakaan saat pengoperasian Jeckleg, 6,7% kecelakaan saat pemasangan kabel Tambang Bawah Tanah, 30% kecelakaan saat pemasangan penyangga H-Beam. Berdasarkan data Statistik kecelakaan kerja Frequency Rate dan Severity Rate di PT. Allied Indo Coal kekerapan kecelakaan kerja yang paling banyak terjadi ada pada tahun 2022 yaitu sebanyak 55 kali kecelakaan per 1.000.000 jam kerja manusia yang mengakibatkan jam kerja paling banyak hilang di tahun 2022 sebanyak 665jam per 1.000.000 jam kerja manusia. Kecelakaan kerja tertinggi dari tahun 2018-2023 adalah pada kegiatan pengoperasian Lori yaitu 36% dengan penyebab tertimpa batubara saat pemasangan penyangga dan juga sebagai Kriteria utama faktor alat yang sering mengalami risiko. Kriteria umum potensi bahaya kecelakaan yang sering terjadi akibat faktor lingkungan yaitu jalan banjir/lumpur/licin sebanyak 20%. Faktor Manusia tertinggi karena kurang koordinasi antar pekerja dan posisi pekerja yang salah sebanyak 22%. Faktor material dan peralatan akibat peralatan yang rusak sebanyak 28%. Serta faktor konstruksi akibat rel mengembang sebanyak 55%. Tidak dilakukan evaluasi kinerja berkala karna dari tahun 2021 yang kecelakaan kerja 0 meningkat pada tahun 2022 sebanyak 15 kecelakaan kerja.      Oleh karena itu agar pekerja dapat melakukan pekerjaan sesuai JSA yang ada, perlu ditumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dengan pembekalan K3 secara berkala dan langkah terakhir agar Kepala Teknik Tambang Bawah Tanah dan Pengawas Operasional dapat memastikan kembali pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja sudah sesuai JSA dan SOP yang benar. Pada penelitian ini Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja di lubang utama Tunnel 3 ELV 370 dalam pengoperasian Lori, pemasangan rel, pengoperasian Jeckleg, pemasangan kabel Tambang Bawah Tanah, dan pemasangan penyangga H-Beam.
Pengaruh Setingan Pada Alat High Tension Roll Separator (HTRS) untuk Mendapatkan Zircon High Grade di Amang Plant, PT Timah Tbk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Chairul Akhyar; Fadhilah Fadhilah
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.125996

Abstract

Keterdapatan timah di Kepulauan Bangka Belitung disebabkan karna tubrukan antara lempeng sibumasu dan lempeng indochina yang menghasilkan magma yang bersifat asam. Magma ini kemudian menerobos dan membeku menjadi batuan granit (intrusi granit). Batuan granit ini merupakan batuan pembawa bijih timah (casiterite) dan mineral ikutannya (zircon,monasite, xenotime, dll).  Endapan bijih timah ini terbagi atas dua yaitu endapan timah primer (batuan induk) dan sekunder (terendapkan di tempat yang baru akibat proses pelapukan, erosi, transportasi dan sedimentasi). Salah satu mineral ikutan timah ini yaitu zircon. Zircon ini memilki banyak manfaat pada industri keramik, industri kimia, bahan tahan api, dan bidang lainnya sehingga memiliki nilai ekonomis. Namun diperlukan pemisahan untuk meningkatkan kadar mineral zircon ini, salah satunya menggunakan alat High Tension Roll Separator (HTRS). Bidang Pengolahan Mineral PT.Timah Tbk menetapkan standar khusus untuk mineral zircon yang dapat dilakukan penyimpanan yaitu dengan kadar zirkon ≥ 80% dan kadar Sn < 1,5%. Namun, pada umumnya proses pengolahan dilakukan lebih dari satu kali untuk memenuhi syarat. Oleh karena itu akan dilakukan analisis mengenai variabel alat HTRS yang mempengaruhi kadar dan recovery zircon sehingga pada satu kali proses pengolahan bisa diperoleh kadar zircon yang memenuhi syarat penyimpanan. Pada penelitian ini umpan yang akan dilakukan pengolahan adalah zircon low grade dengan kadar zircon 55,79 % dan kadar Sn 9,60%, kemudian akan dilakukan variasi pengaturan kombinasi antara tegangan elektroda, kecepatan separation roll, dan bukaan splitter position sebanyak 27 kali .Tegangan elektroda yaitu pada tegangan 18 kV, 20 kV,dan 22 kV. Pengaturan kecepatan separation roll yang digunakan yaitu 18 rpm, 20 rpm, dan 22 rpm. Bukaan splitter position 0-7 cm, 7-14 cm, dan 14-21 cm. Dari percobaan tersebut diperoleh efektivitas hasil pemisahan mineral zircon menggunakan High Tension Roll Separator terdapat pada pengaturan tegangan elektroda 20 kV dan kecepatan separation roll 20 rpm dengan bukaan splitter position 0-7 cm dengan kadar mineral zircon sebesar 89,68% dan  kadar Sn 0,37%, serta recovery mineral zircon yaitu sebesar 61,70%.
Analisis kestabilan lubang bukaan menggunakan q-system pada penambangan bawah tanah PT.Cahaya Bumi Perdana Sawahlunto dinda apriko harli; Raimon Kopa
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126360

Abstract

A mining method where all activities are carried out below the earth's surface is called underground mining. Underground mining activities can cause collapses, to prevent this from happening by analyzing the stability of openings using the Q-System method. The parameters used to find the Q value are rock quality designation, joint set number, joint roughness, joint alteration number, stress reduction factor. Look for the value of the tunnel safety factor and also the value of the meanstress acting on the tunnel BT-03 Value the tunnel and also the voltage acting on the BT-03 tunnel using phase2 software. The results obtained include the Q-System value for coal is 1.8 and sandstone is 1.6, The tunnel safety factor value is 0.9, which means the tunnel is in an unstable condition so it is necessary to install supports.The minimum voltage value working on tunnel BT-03 is 2.00 while the maximum voltage is 3.50.
Menghitung Debit Air Limpasan di PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan Rijalnur Hidayatullah; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126017

Abstract

PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH is mining company operating in the field of coal mining contractors. Mining system carried out by PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH use the open pit mining method, during rainy season, problem that is often found is water. Water that comes from above the ground surface (runoff water) and water that is below the ground surface (ground water). Runoff water and ground water are the main things that must be considered so that they do not disturb and damage the mining location. Therefore, this report was written to find out how much runoff water enters the mining front area. The stages used in calculating runoff water discharge are calculating the catchment area area, calculating planned rainfall data using the Log Pearson III method, calculating rain intensity using the Monnonobe method, calculating runoff water discharge using the rational method. Based on calculations, the catchment area in Pit PE PT was obtained. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH is 13,821 Ha or 0.13821 km2, the average daily maximum rainfall in the last 10 years is 547.4 mm/day, arranged rainfalll is 696.13 mm/day, intensity of rain is 398.66 mm/day, and the runoff discharge is 49,626 m3/hour.
Optimalisasi Produktivitas Alat Gali Muat Rocker Shovel Dan Alat Angkut Angkut Grandby Mine Car Untuk Menunjang Tercapainya Produksi Bijih Emas (Primer) Pada Kegiatan Penambangan Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang. Wiza Esti Ningrum; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126023

Abstract

PT. Dempo Maju Cemerlang is a former Dutch colonial mine that operates as a gold mining company in Nagari Tambang, Pesisir Selatan Regency, using the Shrinkage Stope method, namely an overhand mining system to create a body with a slope of between 50o-90o. This research aims to analyze the compatibility value between the rocker shovel digging and loading equipment and the Grandby Mine car transportation equipment at PT. Dempo Maju Cemerlang and created simulations to improve working time and standby time for loading and digging equipment and transportation equipment. This research uses a quantitative type of research. The results of calculations using match factor, obtained a value of MF<1, where the loading equipment will wait while the transportation equipment is working fully or not in harmony. After improvements were made to working time and standby time, the results showed that the work effectiveness of the rocker shovel loading equipment was 38.93% and the effectiveness of the grandby transportation equipment at level 6 was 40%. Meanwhile, the effectiveness of Grandby transportation equipment at level 7 is 39.55%. This increase affects productivity, where the productivity of the rocker shovel conveyance is 2384,42 tonnes/month, the productivity of the Grandby conveyance at level 6 is 2276,73 tonnes/month, and the productivity of the Grandby conveyance at level 7 is 2243,16 tonnes/month.Keywords:    Shrinkage Stope, rocker shovel, Grandby, match factor, productivity
RENCANA PENERAPAN INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM PROSES PENCEGAHAN DAN EVAKUASI PADA KECELAKAAN TAM BANG BATUBARA BAWAH TANAH SEBAGAI AKIBAT DARI LE DAKAN GAS METANA Rayhan Viedyatha; Mulya Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.125992

Abstract

Kegiatan tambang bawah tanah tidak berhubungan dengan udara luar. Sehingga, resiko kecelakaan di tambang bawah tanah lebih besar dibandingkan tambang terbuka. Pada tambang batubara bawah tanah, terdapat bahaya gas metana yang terbentuk bersamaan dengan keberadaan batubara tersebut. Gas metana bersifat ringan, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Na mun, itu bisa mengakibatkan ledakan jika dipicu oleh percikan api. Percikan tersebut dapat dipicu oleh hubungan arus listrik atau jatuhan benda-benda logam. Tercatat lebih dari dua belas studi kasus mengenai ledakan gas metana di tambang bawah tanah baik dalam dan luar negeri. Oleh sebab itu diperlukan upaya pencegahan agar gas tersebut tidak meledak dan membahayakan kesela matan pekerja dan alat. Upaya pencegahan dapat dilakukan secara konvensional maupun menggunakan teknologi. Metode konvensional adalah metode lama dimana pekerja melakukan monitoring langsung ke lokasi tambang. Proses itu dilakukan secara berulang-ulang sehingga adanya kecenderungan ketidak-akuratan dalam perhitungan pada alat sensor. Dewasa ini, telah ada teknologi baru yang digunakan yaitu Internet of Things (IoT) dimana terdapat alat sensor yang dipasang di dalam tambang yang terhubung melalui internet sehingga tidak perlu dilakukan pengambilan data secara langsung oleh pekerja di lapangan, justru data tersebut dapat dengan diakses secara langsung. Sehingga, pengambilan keputusan akan adanya potensi bencana dapat segera dilakukan.
Analisis Biaya Operasional Penambangan Menggunakan Metode Full Costing pada Lubang D-12 Tambang Bawah Tanah PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Indri Dwi Wahyuni; Tri Gamela Saldy
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126018

Abstract

PT. Dasrat Sarana Arang Sejati is engaged in coal mining. To increase coal production, it is necessary to maximize effective working time and calculate mining operational costs. The aim of this research is to obtain coal production/month if maximizing effective working time and calculating the cost of coal production as well as profit or loss using the Full Costing method with the research object namely the PT D-12 hole. Dasrat Sarana Sejati Charcoal. The results of research and coal production calculations if maximizing effective working time is 432 tons/month, mining operational costs for January-March 2023 will be IDR. 189.432.800 cost of coal production/ton in January-March 2023 amounting to IDR 236.998/ton and profits obtained from PT's D-12 pit. Dasrat Sarana Arang Sejati for January-March 2023 amounting to Rp. 170.252200.Keywords: Coal Production, Operational Costs, Full Costing
Analisis Kestabilan Lubang Bukaan Pada Lubang D-12 Tambang Bawah Tanah Batubara Berdasarkan Metode RMR-System PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Berryl Hannah; Bambang Heriyadi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126029

Abstract

This study aims to determine the rock mass class, support strength value, opening hole safety factor and support safety factor, as well as safe support recommendations based on rock class and support dimensions. Since the point in underground mining problems is usually related to the selection of supports and all underground mining activities are carried out by making openings, the opening holes are made by maintaining their stability to be safe for workers and mining equipment to be used and to ensure the safety of workers and the economic value of their use. In identifying the characteristics of the rock mass in an opening hole can be done by several methods. One of them is the geomechanical method (Rock Mass Rating System). This method will produce a rock mass class, rock strength, potential collapse, opening hole stability and get recommendations for a suitable support system based on the results of RMR ground support, and get the condition of the wooden support used. From the results of the analysis there are several parameters of the RMR method that have been carried out, in the D-12 Tunnel B hole for coal is in class III (fair rock) with an RMR of 59 with a Stand Up Time of 83 Days with a maximum width or length of 5 m without the help of support. And for silstone is in class II (good rock) with RMR of 64 and Stand Up Time is 354 days with a maximum width or length of 5 m without support. The value of the wood support safety factor is known, the actual FK cap has a value of 1.322 and the actual FK side post is 5.586, where the FK cap does not meet the safe requirements set out in KEPMEN 1827K/30 / MEM / 2018. Then after evaluating the support distance, the FK cap is obtained to be 1.5. Based on the safety factor, the recommendation for a good and safe buffer system for the company to use is with a wood diameter of 15 cm and a buffer distance of 1.61 m.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress) Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Jurnal Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 3 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 2 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 5 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 4 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 3 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 2 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 1 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 5 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 4 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): JURNAL BINA TAMBANG Vol 5, No 2 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 1 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 4 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 2 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 1 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 2, No 1 (2015): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 2 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang More Issue