cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journals Mining Engineering : Bina Tambang
ISSN : -     EISSN : 23023333     DOI : -
Core Subject : Science,
Atas dukungan dari jurusan Teknik Pertambangan dengan Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik UNP (Drs. Ganefri,MPd, P.hd) bekerjasama dengan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (Drs.Bambang Heriyadi,MT) dan seluruh Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Jurnal ini terbentuk dan didukung penuh untuk sarana kretifitas Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertambangan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang" : 15 Documents clear
Tambang Batubara Terbuka PT Bima Putra Abadi Citranusa (BPAC) (Evaluasi Geometri Jalan Segment Inpit Dump Sidewall Pit BPAC) Daffa Imammuti; Jukepsa Andas
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.127906

Abstract

Jalan angkut tambang yang ideal akan mengoptimalkan hasil produksi yang sesuai dengan target produksi yang telah direncanakan. Target produksi overburden di PT Bima Putra Abadi Citranusa pada bulan Februari 2023 adalah sebesar 630.854 BCM perbulan, sedangkan produksi aktualnya adalah sebesar 471.684,20 BCM perbulan. Ketidaktercapaian tersebut salah satunya disebabkan oleh geometri jalan angkut yang kurang ideal, seperti lebar jalan yang kurang ideal, grade yang terlalu tinggi dan lain sebagainya, sehingga waktu travel dump truck dari Front menuju Disposal atau Inpit Dump menjadi sangat lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui geometri jalan angkut aktual, mengkaji kondisi jalan angkut aktual di lapangan dengan hasil perhitungan matematis berdasarkan ketentuan AASHTO, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jalan angkut. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan desain layout jalan angkut tambang dari front pit menuju inpit dump sidewall pit BPAC dengan 10 segmen. Geometri jalan angkut aktualnya memiliki lebar jalan lurus antara 11,48-24,775 meter, lebar jalan tikungan antara 14,934-22,408 meter, superelevasi antara 0,08- 0,1 meter dengan jari-jari tikungan antara 7,92-11,591 meter dan grade jalan antara 0,80-12,70%. Berdasarkan perhitungan geometri jalan menggunakan ketentuan AASHTO masih banyak yang belum memenuhi standar. Jalan angkut tambang dipengaruhi oleh tanggul pengaman, drainase, rambu-rambu jalan dan penyiraman water tank.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Area Pit Puncak Jaya di CV. Tekad Jaya Site Jorong Bulakan Nagari Tanjung Gadang Kecamatan Lareh Sago Halaban, Provinsi Sumatera Barat Muhammad Yazi'd; Fadhilah Fadhilah; Heri Prabowo; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.129024

Abstract

CV. Tekad Jaya merupakan salah satu Badan Usaha dalam rangka Penambangan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak dibidang pertambangan batu gamping. Dari prasurvey yang telah lakukan, CV. Tekad Jaya telah melaksanan upaya untuk pencegahan terjadinya kecelakan kerja dengan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SOP dan aspek K3 yang ada. Namun, masih ada beberapa kegiatan yang belum memiliki SOP, masih belum memperbaharui sesuai dengan peraturan yang ada, dan peneliti mendapati masih banyaknya pekerja yang tidak memerhatikan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko berdasarkan tingkatan risiko kerja yang berkemungkinan terjadi pada area pit puncak jaya di CV. Tekad Jaya serta menganalisis dan mengkaji penerapan manajemen risiko yang dilakukan CV. Tekad Jaya.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan Perusahaan perlu mengontrol kembali risiko yang mempunyai dampak besar pada setiap proses kegiatan mulai dari potensi bahaya yang memiliki risiko medium hingga very high dilakukan pengendalian menurut hierarki pengendalian. Manajemen risiko yang harus dikontrol ulang yaitu: Dalam kegiatan pengeboran tahapan kerja dengan risiko terpapar atau terhirup debu pengeboran mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 15, pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu administrasi control dan APD. Dalam kegiatan pengeboran tahapan kerja dengan risiko pekerja yang terkena batu akibat ledakan (flying rock) mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 20. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu: administrasi control dan APD. Dalam kegiatan loading material tahapan kerja dengan risiko unit yang rebah pada saat melewati jalan yang tidak rata mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 12. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu: subsitusi. Dalam kegiatan hauling material tahapan kerja dengan risiko pekerja terjatuh atau terpeleset saat pemeriksaan unit mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 6. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu: subsitusi.
Slope Stability Analysis of Low Wall Pit 6 at PT Sarolangun Bara Prima, Mandiangin District, Sarolangun Regency, Jambi Gary Aprio; Yoszi Mingsi Anaperta; Bambang Heriyadi; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1s.127895

Abstract

PT Sarolangun Bara Prima is a company engaged in the coal mining industry located in Mandiangin sub-district, Sarolangun district, Jambi city. PT Sarolangun Bara Prima is one of the coal mining companies that uses open mining system with open-cut method. This research focuses on the Low Wall pit 6 slope of PT Sarolangun Bara Prima. from the results of field observations, the authors found water seepage and avalanches on the walls of the Low Wall pit 6 slope. The high rainfall at PT Sarolangun Bara Prima causes a decrease in the cohesion value and the value of the inner shear angle in the slope constituent material. The method used in analyzing the stability of the Low Wall Pit 6 slope is the Morgenstern-Price method which is run into slide 6.0 software. The analysis was carried out based on the actual slope section data in August 2023. from the results of the analysis of the stability of the Low Wall Pit 6 slope obtained a safety factor (FK) with a saturated state of 1.089 From the results of the analysis obtained, it explains that the Low Wall Pit 6 slope is in a keritis state. For this reason, the authors made modifications to the actual slope geometry to get FK ≥ 1.3 or the slope is said to be safe. The results of the modification of the geometry of the Low Wall pit 6 slope obtained FK value for saturated conditions is 1.30.
Evaluasi Teknis Penambangan Batu Gamping untuk Menganalisis Faktor Ketidaktercapaian Target Produksi di Perusahaan CV Tekad Jaya Yoky Febrian Risellino; Raimon Kopa
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128879

Abstract

CV Tekad Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu kapur dengan sistem open pit. Pada kegiatan peledakan CV Tekad Jaya menggunakan detonator elektrik dengan peledakan sebanyak dua kali dalam seminggu dengan tujuan untuk memisahkan batuan dengan batuan sumbernya. Dalam kegiatan pengangkutan dengan menggunakan metode luncuran batu, yang dimaksud dengan luncuran batu disini adalah dimana batuan hasil peledakan yang terpisah dari batuan sumbernya dijatuhkan dengan menggunakan alat ekskavator yang meluncur ke bawah dengan tempat yang telah disiapkan untuk menampung batu tersebut di tempat tersebut. Dasar lereng yaitu bagian depan pengangkutan, sehingga volume geometrik peledakan akan sangat mempengaruhi volume batu kapur yang dihasilkan. Setelah batuan terkumpul di blasting shelter, maka excavator akan mengambil batuan tersebut, setelah itu batuan tersebut akan diangkut dengan dump truck untuk dibuang ke stock hopper kemudian batuan tersebut dipecah menjadi ukuran 30 × 40 cm dengan pemutus dan excavator yang bekerja di dekat stock hopper, memuat atau mengumpankan batuan pada stock hopper yang telah dipecah ke dalam hopper crusher agar dapat diolah. Target produksi yang direncanakan perseroan yaitu 10.000 bcm/bulan atau 20.000 ton/bulan belum terpenuhi. Beberapa faktor tersebut adalah volume hasil peledakan, jumlah alat produksi yang optimal dan produksi excavator dan dump truck pada bagian depan pengangkutan batuan hasil peledakan ke stock hopper, produksi excavator dalam rock feeding dari stock hopper ke hopper crusher dan, produksi efektif dan waktu kerja crusher dalam mengolah batuan. Berdasarkan hasil perhitungan produksi diperoleh pada peledakan 25827,9 ton/bulan, Loading-hauling Excavator 187.295,20 ton/bulan, Dump Truck 24754,65 ton/bulan, dan crusher 8010,24 ton/bulan. Sehingga dari sini produksi crusher tidak tercapai. Optimalisasi produktivitas crusher dapat dilakukan dengan penambahan jam kerja dan optimalisasi jam kerja pada waktu standby. Hasil optimasi yang diperoleh adalah 21315,84 ton/bulan, sehingga target produksi yang direncanakan tercapai.
Monitoring Lereng dengan Memantau Pergerakan Tanah Menggunakan GPS Geodetik untuk Mengantisipasi Adanya Longsoran di Tambang PT X Kota Padang, Sumatera Barat Ilal Hamdi; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128467

Abstract

Indonesia secara regional berada pada dua buah lempeng besar yaitu lempeng Pacifik di Utara dan lempeng Australia di Selatan. Akibat tumbukan kedua lempeng tersebut, telah menempatkan Indonesia menjadi salah satu wilayah Negara yang rawan dengan bencana gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi. Namun, dibalik bencana alam akibat tumbukan dua lempeng tersebut, membawa hikmah yang tak ternilai harganya. Penambangan yang dilakukan pada PT X merupakan penambangan dengan metode tambang terbuka/quarry. Pada tambang PT X yang melakukan penambangan dengan mengikuti bentuk bukit yang di gali, pasti bahaya yang ditimbulkan lebih besar dari tambang lainnya. gerakan tanah merupakan peristiwa alam yang seringkali membawa bencana dan kerugian yang tidak sedikit, baik berupa harta benda maupun jiwa manusia.  Oleh karena itu perlu dilakukan suatu pemantauan gerakan tanah yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat aktifitas gerakan tanah berdasarkan besar dan arah kecepatan titik geser terhadap titik acuan (titik tetap) Rata-rata pergerakan lereng di setiap titik TP adalah > 5 mm dengan kategori initial acceleration. Pergerakan tanah yang paling stabil berada dititik TP02 dengan rata-rata pergerakan tanah koordinat X, Y dan Z adalah 3.2, 3.5 dan 5.2 mm. Pergerakan tanah paling beresiko terjadinya longsoron adalah titik TP06 dengan rata-rata pergerakan koordinat X, Y dan Z adalah 10.1, 9.7, dam 11.6 mm. Berdasarkan rata-rata pergerakan tanah yang > 5 mm menurut Standar Nilai Ambang Batas Laju Pergerakan Lereng, maka risiko terjadinya longsoran di WIUP 536,85 semakin besar.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) di Tambang Terbuka CV. IUP-OP JUMAIDI, Desa Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Rapi Ulfani
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128483

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu indikator kesejahteraan karyawan perusahaan IUP-OP JUMAIDI merupakan perusahaan yang melakukan penambangan batu gamping dengan teknik open pit mining, yaitu kegiatan penambangan dilakukan dengan metode penambangan terbuka. Setiap kecelakaan tidak dapat dihindari, namun dapat dicegah dengan melakukan tindakan yang aman, bekerja dalam kondisi yang aman dan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan perusahaan. Namun, masih ada karyawan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan pekerja yang mengendarai dump truck tidak menggunakan APD saat mengangkut merupakan tindakan yang tidak aman. Hasil pengamatan studi yang dilakukan oleh peneliti dalam mencari potensi bahaya dan risiko dari Kegiatan Penambangan JSA Menggunakan Dump Truck dan Excavator CV. IUP-OP JUMAIDI. Tahapan proses Kegiatan Penambangan Menggunakan Dump Truck dan Excavator terdapat 19 potensi bahaya. Potensi bahaya yang memiliki risiko sedang hingga ekstrem diberikan pengendalian sesuai dengan hirarki pengendalian, yaitu Eliminasi, Substitusi, Pengendalian Teknik, Pengendalian Administratif, dan APD.
Kajian Analisis Pengaruh Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Hasil Peledakan Batugamping pada PT Diamond Alfa Propertindo Arya Alvito Syafri; Aulia Hidayat Burhamidar
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.129086

Abstract

Fragmentasi batuan telah menjadi perhatian dari banyak penelitian karena dianggap sebagai aspek yang paling penting dalam peledakan karena hal ini mempengaruhi biaya pengeboran, peledakan, dan efisiensi dari semua subsistem seperti pemuatan, pengangkutan, dan peremukan pada operasi penambangan. Untuk mendapatkan fragmentasi batuan yang bagus diperlukan perencanaan geometri peledakan dengan matang. Geometri peledakan merupakan salah satu parameter yang penting dalam menghasilkan fragmentasi batuan yang baik dalam sebuah kegiatan peledakan. Karena masing-masing dari geometri memiliki pengaruh terhadap fragmentasi batuan. Pada studi kasus kali ini ingin melihat bagaimana pengaruh dari geometri peledakan terhadap fragmentasi batuan dengan cara image analysis dan analisis statistik. Setelah dilakukan analisis didapatkan pengaruh dari masing-masing parameter geometri peledakan terhadap fragmentasi dengan nilai R2 yaitu burden (0,25), spasi (0,07), stemming (0,42), kedalaman lubang (0,67), kolom isian (0,16).
Effect of Water and Chemical Spray on Quality Parameters TM, Ash, and CV of E4700 Product Coal at PT Adaro Indonesia Site Kelanis, South Barito Regency, Central Kalimantan Rinaldi Suntana; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1s.127897

Abstract

PT Adaro Indonesia is a coal producer that produces several types of coal using standard doses. However, to improve the quality of E4700 coal, the company needs to examine the effect of chemical use on coal quality. This study aims to determine the effect of the use of dust suppressant chemicals on the value of coal quality parameters, identify variables that have a significant effect on the calorific value of coal, and analyze the concentration level of chemicals that have a significant effect on changes in the value of quality parameters in E4700 coal. Based on the analysis, after spraying with chemicals, there is a change in the value of coal quality parameters. When using a chemical concentration of 25 ppm, there was a change in the value of Total Moisture by -0.62%, Ash by -0.04%, and calories (CV) by 47 cal/g. At a concentration of 35 ppm, the Total Moisture value changed by -1.58%, Ash by -0.16%, and calories (CV) by 117 cal/g. And at 50 ppm concentration, there was a change in Total Moisture value of -1.96%, Ash of -0.24%, and calories (CV) of 142 cal/g. These results indicate that the use of chemicals affects the quality of E4700 coal. This study also used multiple linear regression statistical tests to obtain the significance value of the Total Moisture variable.
Analisis Biaya Reklamasi Kegiatan Penambangan Batubara pada Disposal Area Blok 5 di PT Inti Bara Perdana Riam Marlina A; Rangga Agung Pribadi Heriawan; Jukepsa Andas; Bagas Aditya Permana
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.129755

Abstract

PT Inti Bara Perdana melakukan kegiatan reklamasi lahan di area blok 5 dimana area yang dilakukan kegiatan reklamasi itu bekas disposal area dan belum ada dilakukan perhitungan biaya reklamasi pada area blok 5 triwulan 3, luas disposal area yang akan dilakukan kegiatan reklamasi seluas 7,466 ha. Metode penelitian ini menggunakan data primer yang digunakan yaitu cycle time alat excavator Caterpillar PC 320, alat dump truck Hino 500 FM 260 JD, dan bulldozer Caterpillar D6R, dan data sekunder yang digunakan yaitu peta rencana reklamasi dengan luas lahan 7,466 hektar, spesifikasi alat excavator Caterpillar PC 320, dump truck Hino 500 FM 260 JD, dan bulldozer Caterpillar D6R, serta daftar harga: bahan bakar minyak (bbm), bibit tanaman, pupuk, dan gaji karyawan. Didapatkan hasil total penebaran top soil yaitu sebesar Rp. 320.804.366,00. Jadi total keseluruhan biaya reklamasi yaitu penjumlahan biaya langsung dan biaya tidak langsung, maka didapatkan hasil biaya langsung sebesar Rp. 397.920.256,00 sedangkan biaya tidak langsung sebesar Rp. 126.936.562,00. Jadi jumlah biaya reklamasi disposal area blok 5 triwulan 3 tahun 2022 dengan total biaya sebesar Rp. 524.856.818,00, dan didapatkan total biaya per-hektar luasan disposal area blok 5 triwulan 3 tahun 2022 yaitu sebesar Rp. 70.299.600,00.
Optimalisasi Kinerja Alat Gali-Muat dan Alat Angkut untuk Mencapai Target Produksi Overburden dengan Menggunakan Metode Quality Control Circle di Pit 1 Timur pada Tambang Terbuka PT Allied Indo Coal Jaya, Parambahan, Sawahlunto, Sumatera Barat Kurniawan Kurniawan; Tri Gamela Saldy
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128118

Abstract

Tidak efisiennya penggunaan alat gali dan angkut di PT Allied Indo Coal Jaya menyebabkan kinerja alat bongkar muat tidak optimal sehingga realisasi produktivitas pada Maret 2023 hanya sebesar 61.870,72 bcm/bulan sedangkan target perusahaan sebesar 110.000 bcm/bulan. Kajian manajemen produksi dilakukan dengan menerapkan metode Quality Control Cycle (QCC). Metode ini memungkinkan dilakukannya peninjauan terhadap optimalisasi kinerja alat gali muat dan kendala yang dialami selama proses produksi. Penelitian diawali dengan melakukan perhitungan ulang kondisi awal dengan memperhatikan peralatan penambangan yang digunakan yaitu excavator CAT 330D2 L dan DT HINO 500 FM 260 JD. Produktivitas aktual 2 unit excavator CAT 330D2 L mencapai 62.381,28 bcm/bulan dan DT HINO FM 260 JD mencapai 58.027,58 bcm/bulan dengan jumlah DT sebanyak 8 unit, match factor alat berat mencapai 0,97. Setelah dilakukan evaluasi pada Diagram Tulang Ikan, diketahui terdapat permasalahan besar yaitu faktor lingkungan, peralatan, material dan tenaga kerja yang mempengaruhi waktu kerja. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas meningkat dengan peralatan 2 unit excavator CAT 330D2 L sebesar 110.461,46 bcm/bulan dan produksi 8 unit DT meningkat sebesar 106.962.578 bcm.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress) Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Jurnal Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 3 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 2 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 5 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 4 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 3 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 2 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 1 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 5 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 4 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): JURNAL BINA TAMBANG Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 2 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 1 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 4 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 2 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 1 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 2, No 1 (2015): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 2 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang More Issue