cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jelt.fbs.unp@gmail.com
Editorial Address
English Department of Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Padang. Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Padang Sumatera Barat, Indonesia, 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of English Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 23023198     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of English Language Teaching is a journal published by English Language Teaching Study Program of FBS Universitas Negeri Padang. This journal is published three times a year (March, June, and September). The main purpose of this journal is to advance and foster English Language Teaching or education, research, and professionalism in Indonesia. The journal provides research and paper to increase awareness, consideration and analysis of issues in Teaching English as Foreign Language, and also promotes the interchange of ideas, and comparative studies in this field.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): Serie A" : 10 Documents clear
THE READABILITY OF READING TEXTS IN “LOOK AHEAD: AN ENGLISH COURSE” TEXTBOOK FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS YEAR XII PUBLISHED BY ERLANGGA PUBLISHER Miftahurrahmi Miftahurrahmi; Hermawati Syarif; Fitrawati Fitrawati
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.657 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7963

Abstract

Penelitian ini berdasar pada fakta bahwa buku teks “Look Ahead: An English Course” for Senior High School Students Year XII yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga masih digunakan oleh sebagian besar sekolah menengah atas di Sumatera Barat sejak pertama kali terbit pada 2006 sampai saat ini dan keterbacaan teks bacaannya belum pernah dianalisis sebelumnya. Jadi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keterbacaan dariteks bacaan pada buku teks “Look Ahead: An English Course” for Senior High School Students Year XII yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subyek penelitiannya adalah buku teks “Look Ahead: An English Course” for Senior High School Students Year XII yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga. Datanya diperoleh dari analisis keterbacaan teks menggunakan rumus keterbacaan. Rumus yang digunakan adalah Rumus Keterbacaan Flesch. Instrumen yang digunakan adalah format analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teks bacaan pada buku teks “Look Ahead: An English Course” for Senior High School Students Year XII adalah tidak berada pada tingkat keterbacaan yang tepat dan tidak sesuai dengan tingkat siswa sekolah menengah atas kelas XII. Dari 10 teks yang dianalisis, hanya satu teks yang cocok untuk siswa sekolah menengah atas kelas XII, yaitu teks berjudul Tsunami dengan tingkat keterbacaan 50,3. Jadi, buku teks “Look Ahead: An English Course” for Senior High School Students Year XII yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga tidak layak lagi digunakan dalam kegiatan pembelajaran siswa sekolah menengah atas kelas XII sehingga guru harus menemukan buku pengganti yang sesuai dengan level siswa, tentunya dengan memperhitungkan keterbacaan teks pada buku tersebut terlebih dahulu
AN ANALYSIS OF STUDENTS' NEEDS ON LISTENING MATERIALS FOR THE 8th GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL: A SURVEY STUDY AT SMP N 7 PADANG Vinda Fauzia HP; Refnaldi Refnaldi; Aryuliva Adnan
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.547 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7967

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran listening di SMP Negeri 7 Padang. Hal ini diduga disebabkan karena didalam proses pembelajaran tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kebutuhan siswa terhadap materi listening dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dan menganalisis kebutuhan yang dominan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif, dimana peneliti menggambarkan data apa adanya yang diambil dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner ini diisi oleh 66 siswa yang dijadikan sebagai sampel dari total 264 siswa kelas VIII. Teknik analisis data yang digunakan adalah Persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa membutuhkan semua tipe untuk pembelajaran litening. Tipe tersebut adalah input, content (topics), language and tasks. Selain itu, untuk masing-masing tipe terdapat item yang paling dominant yang dibutuhkan siswa dalam proses pembelajarannya. Untuk input, item dengan nilai tertinggi adalah percakapan antara dua orang atau lebih (3.5). Pada content (topics) adalah ekspresi meminta bantuan (3.54) Sedangkan untuk language, mengenal kata kerja (3.48) adalah item yang paling dominant dan untuk tasks, item yang paling dominant yaitu menentukan respon mana yang paling tepat berdasarkan percakapan dengan pertanyaan yang didengar (3.39). Berdasarkan hasil penelitian, ini menunjukkan bahwa keempat tipe yang terdapat didalam komponen wants and lacks memang sangat dibutuhkan oleh siswa dalam pembelajaran listening.
AN ANALYSIS OF FIFTH GRADE ENGLISH SPEAKING ACTIVITIES AT SD KARTIKA 1-10 AND 1-11 PADANG Indah Afriani; Ratmanida Ratmanida; An Fauzia Rozani Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.601 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7962

Abstract

This research has function to find, analyze, and describe teaching speaking activities in English classroom for fifth grade elementary school students at SD Kartika 1-10 and 1-11 Padang. This research is focused on the process of learning in the classroom and the interaction between teacher and students in the classroom. This research also show classroom speaking activities that often used by teachers in teaching speaking. This research was hoped to give information to Elementary school English teacher, especially grade five English teacher, about the connectivity between cognitive development and students’ characters in their ability of speaking English. In this research, the researcher used case study method. The data obtained through classroom observation and interview, so the data taken would be analyzed. The finding showed that in pre-teaching activity, teacher did not tell the purpose and the format of speaking lesson. In whilst teaching, teacher did not give opportunities to students to express themselves in speaking skill. And post teaching activity was not held by teachers. Beside, classroom speaking activity that frequently used by teacher in their speaking class was role-play.
TEACHING SPEAKING FLUENCY TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS THROUH ANIMATION MOVIE Rakhmi Amini; An Fauzia Rozani Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.713 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7117

Abstract

Speaking is one of the four important elements in English. In order to speak English fluently, speakers need to master sub-skills in speaking English which one of them is fluency. The quality of fluency will be effected to the quality of the conversation. Therefore, fluency is needed to be mastered by the students to avoid mis-understanding in the conversation. Nevertheless, the students in Indonesia tend to have several problems to speak fluently. They are, the students’ anxiety, get influenced by their mother language, word-choosing or lack in vocabulary, and less motivation in learning English. This paper will discuss how to teaching speaking fuency to Junior High School Students through Animation Movie. The content of Animation Movie is pretty easy to be understood by the students in Junior High School and also it will easily interests students and make the students enjoy the learning process so they can overwhelm their problems in order to speak fluently. The use of Animation Movie in teaching speaking fluency to Junior High School students can be implemented by using scientific approach; Observing, Questioning, Associating, Experimenting and Communicating. Key words: Speaking Fluency, Animation Movie
An Analysis of Students’ Speaking Ability in Role Playing Dialogues of Guests Handlingat Vocational High School Ulva Khairani; Rusdi Rusdi; An Fauzia Rozani Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.768 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7966

Abstract

This research aims to analyze students‟ speaking ability in role playong “Dialogues of guests handling” viewed from grammatical and lexical features. The design of this research is descriptive research. The populations of this research are the eleventh year of Administrasi Perkantoran students of SMKN 3 Padang. The sample of this research is get by using cluster sampling where the researcher chooses one class, that is XI AP 2 class. Data of this research are students‟ speaking ability in role playing dialogues of guests handling. The data are taken by giving speaking test in which the students are required to role play dialogues of guests handling. The result ot students‟ speaking ability viewed from grammatical features is 71,56 which classified into very good. The result ot students‟ speaking ability viewed from lexical features is 79,01 which classified into very good.
Teaching Reading Comprehension By Using Metacognitive Strategy: Read, Ask, Paraphrase (Rap) At Senior High School Fatima Zahra; Fitrawati Fitrawati
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.689 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7119

Abstract

This paper describes the application one of the techniques in metacognitive strategy: Read, Ask and Paraphrase (RAP in the process of teaching reading comprehension at senior high school students. This strategy encourages students to improve attention and enthusiasm in learning English, especially in reading comprehension. RAP technique consists of 3 steps that is done in turn for each of the activities: reading, asking questions, and paraphrase. The first activity, Read, can help students to be more careful in reading. Then Questioning can assist students in determining the main idea and supporting details in each paragraph. And finally, in a paraphrasing will help students to remember information he had read so that it can be easier to understand the text reading. By using this strategy, the writer hopes that students can improve reading comprehension.
THE USE OF CORNELL NOTE TAKING TECHNIQUE TO IMPROVE LISTENING COMPREHENSION OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Yayang Anjarsit; Aryuliva Adnan
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.138 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7120

Abstract

Dalam pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia, kemampuan menyimak (Listening) merupakan kemampuan berbahasa yang penting akan tetapi, di sekolah kegiatan menyimak sering kali diabaikan oleh sebagian besar guru Bahasa Inggris.. Permasalahan yang biasanya dialami oleh siswa adalah mereka kesulitan dalam menyeleksi informasi saat menyimak dikarenakan kecepatan dari materi rekaman yang diperdengarkan serta mereka juga tidak bisa menanyakan secara langsung informasi yang siswa kurang mengerti saat menyimak atau listening.. Salah satu teknik yang biasa dipilih dalam membantu siswa saat listening adalah dengan menggunakan Cornell Note Taking Technique. Teknik Cornell Note taking mempunyai sistem yang terorganisir sehingga membantu siswa dalam membuat catatan yang effektif. Catatan yang terorganisir dan effektif akan menolong siswa dalam memahami informasi saat menyimak. Selain itu dalam penggunaan teknik ini, siswa juga diajarkan untuk bekerja aktif dan berfikir kritis. Cornell note taking juga terkenal sebagai teknik dalam mencatat yang dapat membantu siswa dalam memahami materi saat listening dengan lebih mudah.Key Words : Listening, Comprehension, Cornell Note taking
THE QUALITY OF ANALYTICAL EXPOSITION WRITTEN BY GRADE TWO STUDENTS OF MAN 3 SUNGAI PENUH VIEWED FROM GRAMMAR AND THE GENERIC STRUCTURE Try Ulva Yeni; Rusdi Thaib; An Fauzia Rozani Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.523 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7965

Abstract

Menulis merupakan salah satu keahlian penting yang harus di kuasai oleh siswa. Siswa sering mendapatkan masalah dalam menulis teks analytical exposition yang sesuai dengan generic structure dan grammar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kualitas kemampuan siswa dalam menulis teks analytical exposition ditinjau dari segi grammar dan the generic structure (thesis statement, argument, and reiteration). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rubrik skor yang diadopsi dari Rosenwaser dan writing expository assessment untuk menganalisis kualitas grammar dan the generic structure siswa dalam melulis teks analytical exposition. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 MAN 3 Sungai Penuh. Sampel penilitian ini berjumlah 37 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan sebuah instrumen berupa tes menulis teks analytical exposition. Dalam menulis teks analytical exposition, peneliti menyediakan tiga topik yang berbeda sebagai pilihan untuk siswa dalam menulis teks analytical exposition. Waktu yang diberikan kepada siswa dalam membuat teks analytical exposition adalah 90 menit. Hasil dari tulisan siswa tersebut digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Berdasarkan data yang diperoleh, kualitas kemampuan siswa dalam menulis teks analytical exposition ditinjau dari segi grammar adalah good (27,02%), excellent (10,81%), dan poor (5,40%). Ditinjau dari segi generic structure, hasil analisis menunjukkan bahwa 75,69% siswa tidak mengalami kesulitan dalam menggembangkan ide pokok dalam thesis statement. Sebanyak 45,94% siswa tidak mampu mengembangkan ide menjadi uraian pendapat pada paragraf argumentation. Selanjutnya, 56,75% siswa mengalami masalah dalam menyatakan kembali uraian uraian pendapat sebelumnya. Dengan kata lain, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas kemampuan siswa dalam menulis teks analytical exposition di tinjau dari segi generic structure adalah good (56,75%) yaitu berkisar pada angka 60-79.
THE ABILITY OF THE FIRST YEAR STUDENTS OF SMKN 2 PARIAMAN IN WRITING INQUIRY LETTERS Latifah Turrahmah; Rusdi Rusdi; Don Narius
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.902 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7132

Abstract

This research is about students’ ability in writing a business letter, especially an inquiry letter. This research was aimed at analyzing students’ ability in writing inquiry letters deal with its letter organization. This research used descriptive research. The population of this research were all of the first year Office Administration students from two classes, X AP1 and X AP2. There were seventy-four students. The samples were twenty-five students taken by using random sampling technique. The instrument applied in this research was a written test about inquiry letter. Students were asked to write inquiry letter based on three topics that they have chosen in the previous week for sixty menutes. The data was analyzed by using a rubric score of the inquiry letter deal with its letter organization. The result of this research showed that students got 4 (well) in writing the inquiry letter deal with its letter organization. However, there were some organization of letter that did not write properly. Students were expected to have more understanding in writing a proper inquiry letter deal with its letter organizaton
APPLYING KWL STRATEGY IN TEACHING READING COMPREHENSION AT JUNIOR HIGH SCHOOL Rela Handayani; Jufri Jufri
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.673 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7964

Abstract

Penulis membahas bagaimana pengajaran pemahaman membaca untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Know Want Learn (KWL) strategi, yang pertama kali dikembangkan oleh Ogle pada tahun 1986. Know Want Learn (KWL) strategi adalah singkatan dari Know, Want to know and Learned.Pengajaran pemahaman membaca melalui Know Want Learn / KWL strategi terlebih dahulu dimulai dengan mereview kembali apa yang siswa ketahui tentang topik yang diberikan oleh gurunya. Kemudian dilanjutkan dengan mencatat apa yang mereka ketahui dari topik tersebut pada table KWL dan yang terakhir guru menyuruh siswa untuk menulis apa yang telah mereka pelajari dengan melengkapi tabel yang telah diberikan oleh guru.Ada beberapa tujuan dari KWL strategi yaitu; siswa mereview pengetahuan mereka sebelumnya tentang topik, membantu siswa untuk memonitor pemahaman mereka tentang teks, dan siswa bisa menilai pemahaman mereka tentang teks yang diberikan oleh guru. Dengan menggunakan strategi ini guru bisa menemukan apa yang mereka butuhkan untuk mengajar siswa. Dan dengan menggunakan strategi ini siswa dapat lebih tertarik dalam mempelajari reading karena mereka terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025) Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 1 (2017): Serie C Vol 6, No 1 (2017): Serie A Vol 6, No 1 (2017): Serie E Vol 6, No 1 (2017): Serie D Vol 6, No 1 (2017): Serie B Vol 5, No 1 (2016): Serie D Vol 5, No 1 (2016): Serie B Vol 5, No 1 (2016): Serie A Vol 5, No 1 (2016): Serie E Vol 5, No 1 (2016): Serie C Vol 5, No 1 (2016): Serie F Vol 4, No 2 (2016): Serie A Vol 4, No 1 (2015): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie B Vol 3, No 1 (2014): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie C Vol 3, No 1 (2014): Serie D Vol 2, No 3 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie C Vol 2, No 2 (2014): Serie B Vol 2, No 2 (2014): Serie A Vol 2, No 1 (2013): Serie A Vol 2, No 1 (2013): Serie E Vol 2, No 1 (2013): Serie C Vol 2, No 1 (2013): Serie B Vol 2, No 1 (2013): Serie F Vol 2, No 1 (2013): Serie D Vol 1, No 3 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie B Vol 1, No 2 (2013): Serie I Vol 1, No 2 (2013): Serie D Vol 1, No 2 (2013): Serie C Vol 1, No 2 (2013): Serie E Vol 1, No 2 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie F Vol 1, No 2 (2013): Serie H Vol 1, No 2 (2013): Serie G Vol 1, No 1 (2012): Serie A Vol 1, No 1 (2012): Serie B Vol 1, No 1 (2012): Serie D Vol 1, No 1 (2012): Serie C More Issue