cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025" : 5 Documents clear
Metode Bobath Exercises Efektif untuk Meningkatkan Keseimbangan Duduk dan Berdiri pada Anak dengan Cerebral Palsy Suharto, Suharto; Leksonowati, Sri Saadiyah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15404

Abstract

The main problem of this study is the impaired balance of sitting and standing in children with cerebral palsy, due to brain damage during the child's growth and development which is non-progressive and causes limitations in sitting and standing balance. The purpose of this study was to test the effectiveness of the Bobath Exercise method to improve sitting and standing balance in children with cerebral palsy. This study used a one-group pretest and posttest design, involving 33 pediatric patients with cerebral palsy, aged 1-8 years. They required Bobath Exercise intervention, and before and after the intervention, sitting balance measurements were carried out using the Level Sitting Scale and standing balance using the Pediatric Balance Scale. Furthermore, the scores of the measurement results in the pre- and post-intervention phases were compared using a paired samples t-test. The results of the analysis showed that the p-value for the comparison of sitting balance was 0.001, while the p-value for standing balance was 0.023. Both were less than 0.05, so it can be interpreted that there was a significant difference in sitting and standing balance between before and after the intervention. Thus, it can be concluded that Bobath Exercise is an effective method for improving sitting and standing balance in children with cerebral palsy.Keywords: cerebral palsy; children; Bobath Exercises; sitting balance; standing balance ABSTRAK  Masalah utama penelitian ini adalah gangguan keseimbangan duduk dan berdiri anak dengan cerebral palsy, karena adanya kerusakan pada otak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat non progresif dan menyebabkan terbatasnya keseimbangan duduk dan berdiri. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas metode Bobath Exercise untuk meningkatkan keseimbangan duduk dan berdiri pada anak dengan cerebral palsy. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest and posttest, dengan melibatkan 33 pasien anak dengan cerebral palsy, yang berusia 1-8 tahun. Kepada mereka diperlukan intervensi Bobath Exercise, dan sebelum serta sesudah intervensi tersebut dilakukan pengukuran keseimbangn duduk menggunakan dengan Level Sitting of Scale dan keseimbangan berdiri menggunakan Pediatric Balance Scale. Selanjutnya skor hasil pengukuran pada fase sebelum dan sesudah intervensi dibandingkan dengan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk perbandingan keseimbangan duduk adalah 0,001, sedangkan nilai p untuk kesimbangan berdiri adalah 0,023. Keduanya kurang dari 0,05, sehingga bisa dimaknai bahwa ada perbedaan kesimbangan duduk maupun keseimbangan berdiri secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Bobath Exercise merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan keseimbangan duduk dan berdiri pada anak dengan cerebral palsy.Kata kunci: cerebral palsy; anak; Bobath Exercises; keseimbangan duduk; keseimbangan berdiri
Distribusi Disabilitas Mental di Sidoarjo: Implikasi bagi Keperawatan Jiwa Komunitas Sulystiono, Dony; Nugroho, Heru Santoso Wahito
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15402

Abstract

Community-level mental health issues are a growing concern in the healthcare system, particularly as many people with mental disabilities live within the community without adequate professional support. Community psychiatric nursing is a crucial approach to directly and sustainably reach this vulnerable group. This study aims to analyze the distribution of people with mental disabilities per sub-district in Sidoarjo Regency as a basis for planning more targeted community psychiatric nursing services. This study used a quantitative descriptive design with secondary data obtained from the Sidoarjo Regency Central Statistics Agency. The study subjects included all 923 registered people with mental disabilities, spread across 18 sub-districts. Data were analyzed descriptively to identify areas with the highest caseload. The results showed that nine sub-districts had a number of sufferers above the district average (51 people), with Tulangan District having the highest caseload (109 people). This finding indicates an imbalance in distribution and indicates the need for prioritizing interventions in certain areas. The conclusion of this study confirms that patient distribution data can be used as a basis for planning more targeted community psychiatric nursing services. Tulangan District is recommended as a priority area for the development of an inclusive and sustainable community-based service model.Keywords: community psychiatric nursing; mental disabilities; distribution of persons with disabilitiesABSTRAK Masalah kesehatan jiwa di tingkat komunitas semakin menjadi perhatian dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama karena banyak penyandang disabilitas mental tinggal bersama masyarakat tanpa dukungan profesional yang memadai. Keperawatan jiwa komunitas menjadi pendekatan penting untuk menjangkau kelompok rentan ini secara langsung dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penyandang disabilitas mental per kecamatan di Kabupaten Sidoarjo sebagai dasar perencanaan layanan keperawatan jiwa komunitas yang lebih terarah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. Subyek penelitian mencakup seluruh penyandang disabilitas mental yang tercatat, sebanyak 923 orang, yang tersebar di 18 kecamatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi wilayah dengan beban kasus tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan kecamatan memiliki jumlah penderita di atas rata-rata kabupaten (51 orang), dengan Kecamatan Tulangan menempati posisi tertinggi secara mencolok (109 orang). Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan distribusi dan mengindikasikan perlunya prioritas intervensi di wilayah tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa data distribusi penderita dapat digunakan sebagai dasar perencanaan layanan keperawatan jiwa komunitas yang lebih tepat sasaran. Kecamatan Tulangan direkomendasikan sebagai wilayah prioritas untuk pengembangan model layanan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: keperawatan jiwa komunitas; disabilitas mental; distribusi penyandang disabilitas
Publikasi Letter to Editor untuk Menghidupkan Dialog Akademik (Editorial) Suparji, Suparji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15401

Abstract

The "Letter to Editor" section in the 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan journal provides a reflective and critical space for academics, practitioners, and general readers to participate in scientific discourse. This article reviews the definitions, principles, and relevant content of Letter to Editor writing, highlighting its strategic benefits for academic and institutional capacity building. With an inclusive and evidence-based editorial approach, 2-TRIK encourages responsive, corrective, and constructive contributions to published articles and current issues in the health sector. This closing article emphasizes the importance of Letter to Editor as a medium for democratizing knowledge and strengthening academic culture.Keywords: letter to editor; scientific publication; academic communication; health editorialABSTRAK Rubrik "Letter to Editor" dalam jurnal 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan membuka ruang reflektif dan kritis bagi akademisi, praktisi, dan pembaca umum untuk berpartisipasi dalam diskursus ilmiah. Artikel ini mengulas definisi, prinsip, dan konten yang relevan dalam penulisan Letter to Editor, serta menyoroti manfaat strategisnya bagi pengembangan kapasitas akademik dan institusional. Dengan pendekatan editorial yang inklusif dan berbasis bukti, 2-TRIK mendorong kontribusi yang bersifat responsif, korektif, dan konstruktif terhadap artikel-artikel yang telah diterbitkan maupun isu-isu aktual dalam bidang kesehatan. Penutup artikel ini menegaskan pentingnya Letter to Editor sebagai medium demokratisasi pengetahuan dan penguatan budaya akademik.Kata kunci: letter to editor; publikasi ilmiah; komunikasi akademik; editorial kesehatan
Peran Strategis Uji T Hotelling dalam Analisis Multivariat Penelitian Kesehatan Nugroho, Heru Santoso Wahito; Acob, Joel Rey Ugsang
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15403

Abstract

Health research often measures multiple physiological and clinical indicators simultaneously, such as blood pressure, glucose levels, body mass index, and lipid profiles, which are statistically correlated. In such situations, using a conventional t-test separately for each variable can increase the risk of type I errors and result in partial interpretations. Therefore, a multivariate statistical approach capable of handling complex data simultaneously and considering the relationships between variables is necessary. The purpose of this commentary article is to explain the basic concepts and working principles of the Hotelling t-test, outline its advantages in the context of health research, and provide practical examples and a critical analysis of the challenges of its application. The Hotelling t-test is a generalization of the Student t-test for multivariate cases, allowing researchers to compare the means of two groups based on more than one correlated dependent variable. By considering the covariance structure between variables, this test provides more comprehensive results and maintains statistical validity. This article discusses the advantages of the Hotelling t-test in reducing the risk of type I errors, capturing interactions between health indicators, and supporting analysis in clinical studies, epidemiology, and health program evaluation. Furthermore, important assumptions that must be met, such as multivariate normal distribution and homogeneity of the covariance matrix, are discussed, as well as challenges in interpreting the results that require further analysis. In conclusion, the Hotelling T-test is a highly relevant and strategic analytical tool in multivariate data-driven health research. Understanding and skills in using this test need to be improved through integration into research methodology curricula to support more accurate and evidence-based decision-making.Keywords: Hotelling T-test; multivariate analysis; health research ABSTRAK Riset kesehatan sering mengukur berbagai indikator fisiologis dan klinis secara simultan, seperti tekanan darah, kadar glukosa, indeks massa tubuh, dan profil lipid, yang saling berkorelasi secara statistik. Dalam situasi seperti ini, penggunaan uji t konvensional secara terpisah untuk tiap variabel dapat meningkatkan risiko kesalahan tipe I dan menghasilkan interpretasi yang parsial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan statistik multivariat yang mampu menangani data kompleks secara simultan dan mempertimbangkan hubungan antar variabel. Tujuan dari artikel komentar ini adalah untuk menjelaskan konsep dasar dan prinsip kerja uji T Hotelling, menguraikan keunggulannya dalam konteks penelitian kesehatan, serta memberikan contoh aplikatif dan analisis kritis terhadap tantangan penerapannya. Uji T Hotelling merupakan generalisasi dari uji t Student untuk kasus multivariat, yang memungkinkan peneliti membandingkan rata-rata dua kelompok berdasarkan lebih dari satu variabel dependen yang saling berkorelasi. Dengan mempertimbangkan struktur kovarians antar variabel, uji ini memberikan hasil yang lebih komprehensif dan menjaga validitas statistik. Artikel ini membahas keunggulan uji T Hotelling dalam mengurangi risiko kesalahan tipe I, menangkap interaksi antar indikator kesehatan, dan mendukung analisis dalam studi klinis, epidemiologi, serta evaluasi program kesehatan. Selain itu, dibahas pula asumsi-asumsi penting yang harus dipenuhi, seperti distribusi normal multivariat dan homogenitas matriks kovarians, serta tantangan interpretasi hasil yang memerlukan analisis lanjutan. Sebagai kesimpulan, uji T Hotelling merupakan alat analisis yang sangat relevan dan strategis dalam penelitian kesehatan berbasis data multivariat. Pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan uji ini perlu ditingkatkan melalui integrasi dalam kurikulum metodologi penelitian, agar dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis bukti.Kata kunci: uji T Hotelling; analisis multivariat; penelitian kesehatan
Prediksi Perkembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat sebagai Pendukung Pelayanan Keperawatan Komunitas di Sidoarjo Auta, Tanko Titus; Nugroho, Heru Santoso Wahito; Sulystiono, Dony
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15405

Abstract

Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) merupakan elemen penting dalam sistem kesehatan primer di Indonesia, khususnya dalam menjangkau layanan promotif dan preventif di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model prediktif linier terhadap tren perkembangan jumlah Ponkesdes dan Posyandu di Kabupaten Sidoarjo berdasarkan data tiga tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan analisis regresi linier sederhana, menggunakan data sekunder dari publikasi resmi BPS Sidoarjo. Hasil analisis menunjukkan adanya tren peningkatan jumlah Ponkesdes dan stabilitas jumlah Posyandu, yang divisualisasikan melalui diagram garis dan diperkuat dengan persamaan linier prediktif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa UKBM di Sidoarjo mengalami penguatan secara bertahap, dan model prediktif yang dibentuk dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan strategis layanan kesehatan masyarakat.Kata kunci: upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat; tren pelayanan; prediksi linier Sidoarjo.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue