cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
agroteknikapolitani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroteknikapolitani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Agroteknika
ISSN : 26853353     EISSN : 26853450     DOI : -
Agroteknika adalah jurnal nasional untuk publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Agroteknika sebagai kajian ilmiah hasil penelitian pada bidang teknologi pertanian dengan ruang lingkup: mekanisasi pertanian, teknologi pangan, irigasi, teknologi budidaya tanaman pangan dan perkebunan, energi terbarukan, sistem informasi pertanian, sistem informasi geografis dan bioinformatika.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026" : 10 Documents clear
Keragaan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tajuk Hasil Induksi Poliploid dengan Kolkisin Nur'aini, Ika; Sari, Vega Kartika
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.587

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L). banyak dibutuhkan untuk penyedap masakan. Teknik mutasi menggunakan kolkisin untuk menginduksi poliploidisasi dan menimbulkan perubahan fenotipe tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi kadar kolkisin dan durasi perendaman terhadap keragaan tanaman bawang merah Varietas Tajuk. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Juli 2025 di Laboratorium Biometrika dan Pemuliaan Tanaman. Pelaksanaan penanaman dilakukan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Jember. Variabel pengamatan yang digunakan terdiri dari daya berkecambah benih, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah siung bawang merah, berat basah tanaman, dan diameter umbi. Perlakuan kombinasi kadar kolkisin dan durasi perendaman terdiri atas perlakuan Kontrol (K0), 200 ppm + 5 jam (K1), 200ppm + 10 jam (K2), 300 ppm + 5 jam (K3), 300ppm + 10 jam (K4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel berat basah tanaman, serta diameter umbi terbesar dihasilkan pada penggunaan kadar kolkisin 200 ppm serta durasi perendaman 10 jam (K2), sedangkan tinggi tanaman dan jumlah umbi bawang merah tertinggi dihasilkan dari penggunaan kadar kolkisin 200 ppm serta durasi perendaman 5 jam (K1). Kadar 200 ppm dengan durasi perendaman 5 jam dan 10 jam menunjukkan kombinasi perlakuan optimum yang dapat berpengaruh pada keragaan tanaman bawang merah di setiap variabel pengamatan.
Integration of Biochar-Banana Stem Compost: An Agronomic-Economic Evaluation for Brazilian Spinach Cultivation on Peat Soil Sari, Shabilla Amartiya; Nur, Tri Putri; Amelia, Lisa; Gofar, Nuni
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.618

Abstract

In addition to food crops, peatland also has potential for vegetable farming, such as Brazilian spinach. The aim of this study is to determine the most effective combination of banana stem biochar and banana stem compost doses for the growth and production of Brazilian spinach, as well as to analyze the feasibility of farming on peat soil. The research was conducted from October 2024 to March 2025 on land owned by farmers in Banyu Urip Village, Tanjung Lago District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The Complete Randomized Factorial Design (CRFD) method was used in the study and consisted of two factors. The first factor was the dose of banana stem biochar: 5, 10, 15 tons/ha. The second factor was the dose of banana stem compost: 10, 20, 30, 40 tons/ha. Based on the results, the application of a combination of biochar and banana stem compost interacted significantly in increasing plant height (cm) and number of leaves (pieces) at 3 WAP and 4 WAP, as well as the fresh weight of Brazilian spinach plants at harvest. The length and fresh weight of Brazilian spinach roots at harvest were influenced by the main factors of banana stem biochar and banana stem compost. The combination of banana stem biochar and compost did not significantly increase the pH of peat soil. Based on the farming analysis, Brazilian spinach is viable to cultivate and provides the highest profit by applying 15 tons ha⁻¹ of banana stem biochar combined with 30 tons ha⁻¹ of banana stem compost.
Respon Pertumbuhan Dua Varietas Benih True Shallot Seeds Bawang Merah Terhadap Perendaman Air Hangat Damaita, Iz; Inonu, Ismed; Zasari, Maera
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.625

Abstract

Kebutuhan bawang merah di Indonesia terus mengalami peningkatan. Produksi nasional belum mampu memenuhi permintaan akibat keterbatasan lahan, ketergantungan iklim, dan teknik budidaya yang belum optimal. Inovasi penggunaan True Shallot Seed (TSS) menjadi alternatif sumber benih dengan keunggulan pertumbuhan seragam, serta pengurangan ketergantungan pada umbi. Tahap awal penggunaan TSS masih menghadapi kendala pada proses perkecambahan sehingga perlu dikaji pengaruh lama perendaman air hangat dan varietas terhadap pertumbuhan benih TSS bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air hangat terhadap pertumbuhan dua varietas benih True Shallot Seeds (TSS) bawang merah, serta menentukan kombinasi perlakuan yang optimal. Rancangan acak lengkap faktorial digunakan dengan dua faktor, yaitu lama perendaman (60, 120, dan 180 menit) dan varietas (Lokananta dan Merdeka). Hasil menunjukkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap kadar air, keserempakan tumbuh, panjang radikula, panjang plumula, dan tinggi bibit. Varietas Merdeka memperlihatkan viabilitas dan keserempakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan Lokananta. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman 120 menit dengan varietas Merdeka, yang menghasilkan daya tumbuh 95,56% dan keserempakan tumbuh 85,56%. Lama perendaman air hangat berpengaruh terhadap kadar air, keserempakan tumbuh, panjang radikula, dan tinggi bibit benih TSS bawang merah, dengan durasi 60–120 menit menunjukkan kondisi yang lebih sesuai dibandingkan perendaman lebih lama. Varietas berpengaruh terhadap persentase daya tumbuh benih, kadar air, keserempakan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, panjang radikula, dan tinggi bibit benih TSS bawang merah. Varietas Lokananta berpengaruh nyata pada vigor awal, sedangkan Merdeka berpengaruh nyata pada keserempakan tumbuh dan potensi tumbuh. Interaksi antara kombinasi lama perendaman dan varietas berpengaruh terhadap persentase daya tumbuh, kadar air, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, laju pertumbuhan, kecepatan tumbuh, dan panjang radikula. Kombinasi perendaman 120 menit dengan varietas Merdeka memberikan respon yang paling seimbang.
Pengaruh Penerapan Good Handling Practices terhadap Bobot Reject Cabai TW pada Penanganan Pascapanen di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan Aprilliani, Fenny; Romalasari, Atika; Sobari, Enceng; Yudiyanto, Oyok; Prayogaswara, Muhammad Arsya Putra; Hikmatulloh, Nurul; Ramadhan, Muhammad Gilang; Mardika, Kori Rahma
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.460

Abstract

Penerapan Good Handling Practices (GHP) pada penanganan pascapanen cabai TW di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GHP pada penanganan pascapanen cabai TW di tingkat petani dan rumah kemas terhadap bobot reject cabai yang diproduksi. Survey dilakukan terhadap 10 orang petani cabai yang menjadi pemasok utama di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan, Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengambilan sample cabai TW. Evaluasi dilakukan menggunakan praktek yang dilakukan oleh responden dan dibandingkan dengan SOP GHP yang sebelumnya telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kesesuaian penerapan SOP GHP di petani cabai TW sebesar 79%. Selain itu, penerapan GHP terbukti mampu menekan tingkat produk reject sebesar 38,18% dibandingkan dengan penanganan tanpa penerapan GHP.
Pengaruh Subtitusi Tepung Terigu dengan Tepung Mocaf terhadap Sifat Fisik, Kimiawi, dan Fungsional pada Roti Tawar Dwijatmoko, Muhammad Isa; Fadri, Rince Alfia; Elida, Mutia; Rahzarni, Rahzarni
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.528

Abstract

Industri bakeri terus mengalami perubahan sehingga perhatian terhadap preferensi konsumen untuk mengonsumsi produk bakeri menjadi penting. Pada umumnya proses pembuatan produk bakeri menggunakan tepung terigu, namun disisi lain penggunaan tepung terigu pada roti dapat memberikan dampak buruk kesehatan untuk beberapa orang yang tidak toleran terhadap gluten. Penggunaan tepung mocaf dapat menjadi alternatif dalam pembuatan produk bakeri. Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh fisikokimia dan fungsional produk roti tawar dengan subtitusi tepung mocaf. Penelitian ini menggunakan perlakuan berupa variasi proporsi campuran antara tepung terigu dan tepung mocaf dalam pembuatan roti tawar yaitu 100:0 (kontrol), 75:25 (F1), 80: 20 (F2), dan 85: 15 (F3). Selanjutnya, sampel dianalisa berdasarkan proksimat, tekstur, warna, serta antioksidan dan hasil penelitian dianalisa dengan SPSS. Dari hasil penelitian sampel dengan perbandingan tepung terigu lebih tinggi dibandingkan dengan tepung mocaf (F3) mendapatkan kadar protein yang tinggi yaitu, 9,99 ± 0,01%, dan kekerasan 8,54 ± 0,38 N/cm2 merupakan yang terbaik dibandingkan sampel lainnya. Sedangkan sampel dengan perbandingan tepung mocaf lebih tinggi dibandingkan tepung terigu (F1) mendapatkan kadar karbohidrat 48,04 ± 0,12% dan DPPH 44,61 ± 1,39%, yang tertinggi dibandingkan sampel lainnya. Dari seluruh parameter pengujian F3 merupakan formula yang terbaik yang memiliki tekstur kekerasan roti yang rendah dan memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan antioksidan yang cukup tinggi. Namun, sampel tersebut masih lebih rendah dibandingkan kontrol.
Artikel Reviu: Dampak Salinitas pada Kesuburan Tanah serta Respons Fisiologi Tanaman Yusuf, Mani; Rupang, Maya Sari; Sembiring, Jefri; Anwar, Anwar; Ekowati, Nurhening Yuni; Mekiuw, Yosehi; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.555

Abstract

Produktivitas tanaman menurun akibat pengaruh cekaman abiotik, terutama salinitas. Salinitas menimbulkan gangguan fisiologis dan biokimia pada tanaman, termasuk perubahan pada fotosintesis, penyerapan air, serta respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh salinitas terhadap kesuburan tanah dan respon fisiologis tanaman. Kajian dilakukan melalui pendekatan literatur reviu terhadap 51 referensi yang terdiri dari jurnal internasional, prosiding, dan buku yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk artikel reviu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam di tanah menyebabkan kerusakan struktur tanah, menurunkan konduktivitas hidrolik, mengganggu ketersediaan hara, dan menekan aktivitas mikroba tanah. Secara fisiologis, salinitas menurunkan rasio K⁺/Na⁺, menghambat fotosintesis, mengurangi penyerapan air, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang merusak sel tanaman. Pada fase perkecambahan, salinitas menurunkan laju respirasi melalui penghambatan glikolisis dan aktivitas enzim-enzim kunci seperti heksokinase (HK), fosfofruktokinase (PFK), dan piruvat kinase (PK). Sementara itu, pada fase vegetatif dan generatif, gangguan respirasi meluas ke tingkat mitokondria melalui penurunan efisiensi rantai transpor elektron, sintesis ATP, dan peningkatan ROS. Secara keseluruhan, salinitas terbukti menurunkan kesuburan tanah dan efisiensi metabolisme tanaman, yang berimplikasi langsung terhadap penurunan pertumbuhan dan hasil.
Hedonic Assessment of Coffee Processed with Pineapple Extract Rahayu, Wiwik Endah; Triastuti, Desy; Aprilliani, Fenny; Pratiwi, Putri Citra; Hasan, Jawad Ahmed; Mardika, Kori Rahma
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.600

Abstract

This study investigated the effects of steaming duration and pineapple peel-flesh extract proportions on the sensory acceptance of Arabica coffee processed with Subang pineapple extract. A Completely Randomized Design (CRD) was used with two factors: steaming duration (30, 60, and 90 minutes) and pineapple peel:flesh extract ratios (25:75, 50:50, and 75:25). Hedonic preference tests were conducted on selected sensory attributes of both ground and brewed coffee. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The result showed that steaming duration and pineapple extract ratio did not significantly affect the hedonic attributes of ground coffee. However, these factors influenced the color, aroma, body, acidity, and overall preference of brewed coffee. The optimal steaming duration was found to be between 30 and 60 minutes, with a pineapple peel extract ratio of pineapple peel and flesh extract of 75:25, resulting in the most preferred coffee according to panelists.
Analisis Kinerja pada Modifikasi Alat Pengering Ikan Nila Tipe Kerucut serta Pengaruhnya terhadap Kadar Air dan Mutu Organoleptik Novita, Sri Aulia; Ernita, Yuni; Djinis, Musdar Effy; Zulnadi, Zulnadi; Batubara, Fanny Yuliana; Allen, Rio Valery; Herdian, Fithra
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.639

Abstract

Proses pengeringan ikan merupakan proses dalam menjaga mutu ikan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan laju kecepatan udara pengering terhadap ikan nila yang dikeringkan, melakukan uji kinerja alat, serta melakukan uji organoleptik ikan nila kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi modifikasi alat, persiapan bahan, pengujian kinerja, dan uji organoleptik ikan kering. Peralatan yang digunakan terdiri atas ruang pengering, rak pengering, exhaust fan, termokopel tipe K, Arduino Uno, data logger, anemometer, ruang pemanas, dan kompor listrik 2000 W. Pada penelitian ini suhu pada setiap rak berbeda berdasarkan data yang diperoleh. Suhu pengeringan berfluktuasi dari 42 °C hingga 71 °C selama 7 jam proses pengeringan. Pengurangan jumlah air pada jam pertama berkisar antara 26–40 gram/jam, sedangkan pada jam kedua sebesar 10–15 gram/jam dan menurun secara bertahap pada jam berikutnya. Semakin lama proses pengeringan berlangsung, semakin sedikit jumlah air yang diuapkan. Laju kecepatan aliran udara dalam ruang pengering tergolong tinggi, yaitu 3–3,6 m/s. Kadar air akhir ikan adalah 15,14%, sehingga produk ikan nila kering telah memenuhi standar SNI, termasuk kategori ikan kering berkualitas baik dan memiliki daya simpan lebih lama. Laju pengurangan air pada ikan berada pada kisaran 9,85–11,85 gram air/jam. Total energi pengeringan adalah 0,9278 kWh dengan efisiensi energi pengeringan sebesar 46,4%. Berdasarkan uji organoleptik, ikan nila kering memiliki warna cerah serta tekstur dan aroma yang baik.
Identifikasi Lahan Potensial Pengembangan Sawah Irigasi Baru dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Bengkulu Antika, Rinti; Prawito, Priyono; Sukisno, Sukisno
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.649

Abstract

Ketersediaan lahan sawah merupakan faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di tengah meningkatnya tekanan konversi lahan pertanian. Sehingga diperlukan identifikasi lahan potensial untuk mendukung peningkatan produksi pangan. Tujuan penelitian mengidentifikasi ketersediaan lahan, mengevaluasi kesesuaian lahan, dan menentukan potensi pengembangan sawah irigasi baru di wilayah selatan Provinsi Bengkulu yang meliputi Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Penelitian dilakukan melalui analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis dengan pendekatan penyaringan bertahap terhadap tutupan lahan, status kawasan, kemiringan lereng, rencana tata ruang wilayah, izin usaha pertambangan, lahan baku sawah, serta kriteria luas hamparan minimum 5 ha. Selanjutnya dilakukan observasi lapang dan analisis laborotarium untuk mengetahui kesesuaian lahan tanaman padi sawah irigasi dengan karakteristik lahan berdasarkan parameter temperatur, ketersediaan air, media perakaran, retensi hara, bahaya erosi, dan penyiapan lahan sehingga dihasilkan lahan potensial untuk cetak sawah baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total luas wilayah penelitian sebesar 626.249,68 ha, terdapat lahan non-produktif seluas 61.300,96 ha yang berpotensi untuk pengembangan pertanian. Berdasarkan hasil identifikasi ketersediaan dan kesesuaian lahan, luas lahan yang potensial untuk pengembangan sawah baru mencapai 95,27 ha. Lahan tersebut tersebar di Desa Talang Perapat Kabupaten Seluma seluas 80 ha (85,03%) dengan kelas kesesuaian S2 rc1,2; Desa Manau IX Kabupaten Kaur seluas 9 ha (9,44%) dengan kelas S3 rc1,4; serta Desa Tambangan Kabupaten Bengkulu Selatan seluas 5,27 ha (5,53%) dengan kelas S2 rc4 nr. Pengembangan lahan tersebut menjadi sawah irigasi berpotensi menghasilkan sekitar 476 ton gabah kering panen per musim tanam dengan asumsi produktivitas rata-rata 5 ton ha⁻¹ dan berpotensi mendukung peningkatan produksi padi serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Pemodelan Dinamis Kebutuhan Air Tanaman Padi Pada Irigasi Lahan Kering Semi-Arid Naen Menggunakan Cropwat 8.0 Banunaek, Zofar Agluis; Naikofi, Kristina Irnasari
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.677

Abstract

Sawah tadah hujan di wilayah semi-arid menghadapi keterbatasan air akibat variabilitas curah hujan dan tingginya evapotranspirasi, sehingga diperlukan pemodelan kebutuhan air berbasis data iklim dan karakteristik tanah untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan pengelolaan pertanian. Penelitian ini bertujuan memodelkan kebutuhan air tanaman padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen menggunakan perangkat lunak Cropwat 8.0 sebagai dasar optimasi pengelolaan air. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan data iklim, curah hujan dan sifat fisik tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai evapotranspirasi referensi (ETo) sebesar 4,00 mm/hari pada kondisi suhu rata-rata 26,3°C dan kelembapan relatif 82%. Total curah hujan tahunan mencapai 1.302,6 mm, dengan curah hujan efektif sebesar 778,2 mm atau sekitar 60% dari total curah hujan. Karakteristik tanah menunjukkan nilai Total Available Water (TAW) sebesar 200 mm/m dan laju infiltrasi 30 mm/hari, yang mengindikasikan kemampuan tanah yang baik dalam menyimpan air. Pemodelan menggunakan Cropwat 8.0 menunjukkan bahwa total kebutuhan air irigasi (Irrigation Requirement/IRR) selama satu musim tanam sebesar 207,6 mm, dengan periode tanam paling optimal pada dekade kedua bulan November. Pada periode Desember hingga Februari, kebutuhan irigasi tercatat 0,00 mm per dekade karena curah hujan telah mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Hasil penelitian menegaskan bahwa Cropwat 8.0 efektif digunakan sebagai alat pendukung perencanaan irigasi berbasis data lokal. Sinkronisasi waktu tanam dengan awal musim hujan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan menjaga produktivitas padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen.

Page 1 of 1 | Total Record : 10