cover
Contact Name
yusuf kurnia
Contact Email
yusuf.kurnia@ubd.ac.id
Phone
+628983591589
Journal Mail Official
yusuf.kurnia@ubd.ac.id
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No 41, Karawaci Ilir-Tangerang 15115
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Abdi-Dharma
ISSN : 27762777     EISSN : 27762785     DOI : 10.31253/ad
Abdi-Dharma diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Buddhi Dharma (LP3kM) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Abdi-Dharma meliputi hasil-hasil pengabdian, Abdi-Dharma menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset, mencakup: Sosial Kependidikan Sains Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik Informatika Sistem Informasi Pajak Keuangan Sumber Daya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)" : 14 Documents clear
Pengelolaan Limbah Organik sebagai Alternatif Tambahan Penghasilan pada Masyarakat Penyangga Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat Septiawan, Wawan
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4042

Abstract

Desa Semumu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi jambi yang bersebelahan dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Masyarakatnya sangat bergantung dengan kawasan tersebut mulai dari pemanfaatan sumber mata air serta pemanfaatan SDA lainnya. Pokja Sungai Pauh Desa Semumu merupakan kelompok binaan Balai besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) berdiri pada tahun 2018 melalui dukungan Forest Programme II ‘PIU’ Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan tujuan pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif  dengan memproduksi pupuk kompos. Pokja Sungai Pauh memanfaatkan limbah peternakan dan limbah pertanian sebagai bahan baku utama pembuatan kompos yang mana limbah tersebut tidak dimanfaatkan bahkan menyebabkan polusi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Artinya peneliti tidak terfokus pada kekurangan atau kebutuhan tetapi lebih menekankan terhadap aset dan kapasitas yang telah dimiliki oleh suatu komunitas atau kelompok masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan terhadap hasil produksi kompos, pembagian sisa hasil usaha dan aset yang dimiliki oleh Pokja Sungai Pauh menunjukan kecenderungan peningkatan dari tahun 2019 - 2024. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu hal yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah kompos atau pupuk organik. Pengelolaan kotoran hewan sapi dan jerami menjadi bahan baku utama pembuatan kompos oleh Pokja Sungai Pauh dapat memberikan alternatif penambahan pendapatan bagi masyarakat. Pemberian bantuan pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif pada masyarakat penyangga kawasan hutan memberikan dampak dan manfaat yang signifikan dalam memanfaatkan dan berinovasi terhadap potensi desa. Salah satunya adalah pengelolaan limbah organik yang dijadikan kompos dapat memberikan pendapatan tambahan baru bagi masyarakat. Selanjutnya, hal tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan yang mana pengelolaan kotoran ternak dan pemanfaatan jerami sisa panen padi mengurangi kebiasaan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan dan hal tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
Transformasi Digital UMKM Rengginang: Model Pendapingan Holistik Berbasis Participatory Action Researh Diyah Pertywi Setyawati; Siti Julaeha; Karismawati, Yessi; Syari Amanah; Mastuti
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4071

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan penguatan ekonomi lokal. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pemasaran digital menawarkan peluang signifikan bagi UMKM untuk meningkatkan jangkauan pasar dan keuntungan usaha. Namun demikian, sebagian besar pelaku UMKM, khususnya yang berbasis produk tradisional, masih menghadapi keterbatasan literasi digital, ketergantungan pada pola pemasaran konvensional, serta minimnya pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, belum banyak model intervensi yang secara efektif mengintegrasikan pembelajaran praktis dengan penguatan komunitas sebagai strategi transformasi digital UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasi UMKM rengginang di Desa Sindangkempeng melalui pengujian efektivitas model pendampingan holistik berbasis Participatory Action Research (PAR). Pendekatan PAR dipilih karena menempatkan pelaku UMKM sebagai subjek aktif dalam proses perubahan, bukan sekadar penerima program. Intervensi dilakukan selama tiga bulan dengan pendekatan hybrid, terdiri atas 70% kegiatan luring dan 30% kegiatan daring, yang melibatkan sepuluh pelaku UMKM. Program pendampingan mencakup pelatihan pemasaran digital, praktik langsung penggunaan platform digital, serta pembentukan komunitas belajar UMKM. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendampingan PAR yang holistik dan partisipatif mampu mempercepat proses transformasi digital UMKM tradisional, khususnya dalam peningkatan pemanfaatan media digital dan kepercayaan diri pelaku usaha. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh pendekatan learning by doing dan terbentuknya komunitas mandiri yang mendukung keberlanjutan pasca-intervensi. Temuan ini berkontribusi secara praktis dalam pengembangan model pemberdayaan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan, serta memberikan implikasi kebijakan bagi penguatan kolaborasi dalam transformasi digital UMKM.
Digitalisasi UMKM Desa: Integrasi Teknologi dan Etika Bisnis Syariah di Era 5.0 Mariam, Iis; Pangestu, Adityo Mugi; Fahrul Hidayat; Wulandari; Gunawan, Usep
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4082

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini dilaksanakan dengan tema “Digitalisasi UMKM Desa: Integrasi Teknologi dan Etika Bisnis Syariah di Era 5.0” yang berlokasi di Foodcourt Tugu Pesawat, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra yaitu rendahnya literasi digital pelaku UMKM, di mana mayoritas belum memanfaatkan WhatsApp Business, Shopee Seller, layanan GoFood/GrabFood, maupun sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan platform digital bagi UMKM, sekaligus menanamkan nilai-nilai etika bisnis Islami agar pelaku usaha tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga berlandaskan kejujuran dan amanah. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan dengan tahapan observasi, identifikasi masalah, pelatihan (WhatsApp Business, Shopee, Canva, CapCut), pendampingan digitalisasi, serta kelas Etika Bisnis Syariah. Subjek program adalah 20 UMKM binaan Dinas UMKM Kabupaten Kubu Raya. Hasil program menunjukkan 100% UMKM berhasil bertransformasi digital.  Indikator keberhasilan di ukur berdasarkan (1) kepemilikan akun bisnis yang terverivikasi, (2) ketersediaan katalog produk dan (3) keberhasilan minimal satu kali transaksi menggunakan QRIS. Secara spesifik, seluruh mitra berhasil mengadopsi Whatsapp Buusiness, mendaftar pada Shopee dan GoFood serta menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Selain itu, pelaku UMKM menunjukkan perubahan perilaku dalam praktik jualan yang lebih jujur, amanah, dan sesuai prinsip syariah. Program ini berkontribusi dalam memperkuat literasi digital UMKM daerah, memberikan model integrasi digitalisasi dengan etika bisnis syariah, serta menjadi acuan bagi program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi di era 5.0.
Pengembangan Umkm Maklor : Integrasi Kreativitas Kuliner Dengan Prinsip Bisnis Syariah Melalui Program Kkn Di Desa Mekarwangi Kabupaten Tangerang Sukriyadin Zebua; Jaya Wijaya Irawan; Sifa Oktavia; Indah Tri Suci; Hasanah
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4109

Abstract

Usaha mikro memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang mengandalkan sektor informal sebagai penopang kesejahteraan. Program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Mekarwangi, khususnya dalam pengembangan produk kuliner maklor (makaroni telur) yang memiliki potensi pasar cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan inovasi produk, memperkuat literasi keuangan sederhana, serta mengenalkan prinsip-prinsip bisnis syariah yang dapat diterapkan secara praktis oleh pelaku usaha. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan pelaku UMKM terlibat aktif mulai dari proses identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pelatihan teknis, hingga tahap evaluasi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan disesuaikan dengan kondisi nyata masyarakat dan kebutuhan usaha mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi, kreativitas dalam mengembangkan variasi rasa, serta peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi pemasaran digital. Selain itu, pelaku UMKM mulai mampu memadukan aspek inovasi dengan prinsip bisnis syariah seperti kejujuran, keterbukaan, dan prinsip halal–thayyib dalam menjalankan usahanya. Beberapa UMKM telah menjadikan maklor sebagai produk unggulan dan mulai memasarkan secara lokal maupun melalui platform digital. Program ini membuktikan bahwa pelatihan yang terstruktur dan terintegrasiༀdengan nilai-nilai syariah mampu meningkatkan daya saing UMKM serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Model pendampingan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Analisis Penerapan Strategi Bisnis Dalam Meningkatkan Penjualan Tahu Serpong OKPIT Sugandha; Suhendar Janamarta; Fidell Wato; Donny Yana
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Tahu OKPIT untuk meningkatkan penjualan produknya. Untuk menganalisis strategi yang digunakan, peneliti memanfaatkan bauran pemasaran yang terdiri dari empat elemen yang dikenal sebagai 4P (produk, harga, tempat, dan promosi). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan, karena fokusnya adalah menggambarkan kondisi yang ada di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan satu pemilik dan empat pelanggan sebagai sampel.Selain itu, penelitian ini juga menggunakan alat analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Hasil penelitian menghasilkan matriks IFAS dan matriks EFAS. Skor IFAS adalah 3,23, sedangkan skor EFAS mencapai 3,2. Masing-masing matriks tersebut memuat faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan penjualan produk di Tahu OKPIT. Analisis menunjukkan bahwa berdasarkan diagram SWOT, Tahu OKPIT berada pada kuadran 1, yang mengindikasikan bahwa strategi paling efektif untuk meningkatkan penjualan adalah strategi agresif. Dengan demikian, usaha ini memasuki fase pertumbuhan yang berfokus pada integrasi horizontal, di mana usaha telah berkembang lebih kuat dan memiliki peluang besar untuk maju.Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan modal untuk ekspansi, pencatatan keuangan yang belum optimal, serta kebutuhan akan inovasi produk secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan agar pelaku usaha UMKM terus memperkuat promosi digital, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan manajemen operasional, dan mengembangkan inovasi produk baru agar pertumbuhan penjualan dapat berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi bisnis pada usaha kecil dan menengah di sektor kuliner.
Pengenalan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha UMKM Di Wilayah Kutabumi Kabupaten Tangerang Wibowo, Fx. Pudjo; Agus Kusnawan; Eso Hernawan; Andy; Gregorius Widiyanto
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4145

Abstract

Peralihan dari pemasaran tradisional ke pemasaran digital belum sepenuhnya diterima dengan baik oleh pelaku UMKM meskipun UMKM dipandang mempunyai potensi besar untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penggunaan teknologi digital dalam pemasaran diharapkan mampu mempercepat perkembangan UMKM menjadi kekuatan ekonomi yang berarti. Media promosi digital marketing diharapkan menjadi alternatif yang lebih efisien bagi pelaku UMKM untuk memperbesar bisnis dan mencapai pasar baik lokal maupun internasional. Sementara itu, media promosi tradisional yang memerlukan biaya tinggi dan lebih rumit kini tidak lagi menjadi pilihan utama bagi pelaku UMKM karena adanya digital marketing. Pemanfaatan teknologi informasi kini telah merambah ke dalam bidang pemasaran digital, terutama bagi para pelaku usaha. Salah satu alat penting dalam pemasaran digital adalah media sosial. Media sosial ini berperan besar dalam membantu para pelaku usaha melakukan promosi dan penjualan produk, terutama di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, para pelaku UMKM di wilayah Kutabumi, Kabupaten Tangerang, masih menghadapi beberapa tantangan. Mereka umumnya masih bergantung pada metode promosi konvensional, seperti penyebaran brosur, berpartisipasi dalam bazar, membuka lapak, dan promosi dari mulut ke mulut. Kondisi ini membatasi jangkauan pemasaran dan penjualan produk, sehingga perkembangan bisnis mereka tidak dapat berjalan dengan pesat. Akibatnya, pendapatan tidak meningkat, jumlah produk yang terjual pun stagnan, dan wilayah pemasaran tetap terbatas. Selain itu, metode konvensional ini juga berpotensi mengakibatkan biaya operasional untuk promosi dan penjualan yang lebih tinggi. Melalui kegiatan sosialisasi pemasaran digital untuk UMKM di wilayah Kutabumi Kabupaten Tangerang, diharapkan para pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat bantu dalam pemasaran digital. Dengan demikian, cakupan wilayah promosi akan semakin luas, dan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk mereka.
Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Pelatihan Pembuatan Website Menggunakan Google Sites di SMK Bangun Nusantara Junaedi; Kurniawan Maranto, Ardiane Rossi; Mardiana, Harisa
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4245

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar tetap kompetitif di era digital. Namun, banyak mahasiswa di SMK Bangun Nusantara yang masih mengalami keterbatasan dalam keterampilan penerbitan digital dan pengembangan portofolio online. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan pembuatan website portofolio sederhana menggunakan Google Sites sebagai media untuk mempublikasikan karya dan membangun identitas profesional awal. Program ini menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik partisipatif (belajar sambil melakukan) yang dilakukan selama periode satu bulan. Peserta terdiri dari 25 mahasiswa dari program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), didukung oleh guru mata pelajaran yang produktif dan tim dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Buddhi Dharma. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan publikasi digital yang etis, demonstrasi fitur Google Sites, praktik langsung terstruktur dalam mengembangkan halaman situs web seperti profil dan portofolio, dan pendampingan untuk meningkatkan struktur navigasi dan kualitas konten hingga publikasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan siswa untuk merancang dan mengelola situs web pribadi yang berisi profil diri dan portofolio digital. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemandirian dalam mengatur informasi dan menerapkan prinsip-prinsip dasar keterbacaan dan konsistensi visual. Selain itu, program ini menghasilkan modul pelatihan berbasis cloud yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek. Secara keseluruhan, pelatihan secara efektif memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dan menumbuhkan budaya publikasi digital di lingkungan sekolah vokasi.
Pelatihan Kewirausahaan tentang Business Model Canvas bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ari Nuratriningrum; Rinintha Parameswari
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4313

Abstract

Saat ini kewirausahaan adalah hal penting yang dibutuhkan untuk penguatan pondasi ekonomi. Salah satu variasinya adalah Business Model Canvas (BMC), sebagai alat perencanaan strategis yang digunakan oleh para manajer untuk menggambarkan dan mengembangkan model bisnis mereka. Template BMC dengan jelas mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang membentuk sebuah bisnis. Selain itu, templet ini menyederhanakan rencana bisnis menjadi bentuk yang ringkas. Materi ini yang disampaikan kepada siswa kelas XII Akuntansi SMK Bangun Nusantara, Kota Tangerang. Penyampaian materi ini dilakukan secara ceramah dan penguatan materi dilakukan secara tanya jawab. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif. Mereka terlibat secara langsung dalam setiap sesi, baik dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Juga dilakukan pretest dan post-test secara lisan terhadap materi yang disampaikan. Saat pretest dilakukan hampir semua siswa yang terdiri dari 25 siswa kurang mengetahui Bussiness Model Canvas. Hasil kegiatan yang dilakukan secara post-test menyatakan bahwa hampir seluruh siswa telah memahami materi yang disampaikan, bahwa BMC adalah salah satu bentuk inovasi kewirausahaan yang terdiri dari sembilan elemen kunci yang saling berhubungan di dalam dunia bisnis sehingga para siswa paham bila menerapkan BMC bisnis menjadi lebih ringkas dan efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menambah wawasan siswa SMK tentang kewirausahaan/ dunia bisnis. Kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan lebih sering demi menghasilkan lulusan SMK yang kompeten dan siap pakai di dunia usaha. Tentunya akan lebih baik bila pelatihan dilakukan secara berkala yang dimentori oleh praktisi bisnis maupun pengajar di bidang pendidikan serta ditunjang dengan praktek yang memadai.
Peningkatan Kapasitas Lingkungan Berkelanjutan di Komunitas PSG Guluk-Guluk melalui Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Biopori Anisah; Joko Purdiyanto; Diasyurannyta A. M; Miftahol Arifin; Cepryana S Widyananda
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4349

Abstract

SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk merupakan sekolah berbasis lingkungan yang secara aktif mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui komunitas Pemulung Sampah Gaul (PSG). Komunitas ini telah berperan dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pengelolaan sampah anorganik melalui prinsip 3R. Meskipun telah menunjukkan dampak positif dan memperoleh pengakuan nasional, keberlanjutan program menghadapi kendala pada aspek regenerasi pengetahuan dan keterampilan teknis, khususnya dalam pembuatan pupuk organik yang sesuai standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota PSG melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan lubang biopori serta pengelolaan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan di SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk dengan melibatkan anggota komunitas PSG sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami konsep biopori, teknik pembuatan lubang biopori, serta proses penguraian sampah organik menjadi pupuk kompos. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas komunitas sekolah dalam pengelolaan sampah organik dan produksi pupuk organik berbasis biopori. Penerapan teknologi biopori diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan program PSG serta mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Optimalisasi Pemanfaatan ChatGPT untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Kompetensi Akademik Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Bahat Nauli, Sukarno; Agung Priambodo; Bosar Panjaitan; Melani Indah Sari Manik; Sri Rachmawati H Siregar
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4351

Abstract

Remaja di Republik Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang akan menggantikan generasi orang tua mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yadika 4 Ciledug, Melalui pelatihan penggunaan ChatGPT secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence yang semakin banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia kerja, sehingga siswa SMK sebagai calon tenaga kerja perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi tentang konsep dasar kecerdasan buatan, pengenalan ChatGPT beserta fungsi dan keterbatasannya, praktik langsung penggunaan ChatGPT untuk mendukung proses belajar, penyusunan tugas, serta pemecahan masalah sederhana sesuai kompetensi keahlian siswa. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif melalui studi kasus, simulasi, dan tanya jawab agar peserta mampu memahami manfaat dan risiko penggunaan ChatGPT dalam konteks pembelajaran dan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi ChatGPT sebagai alat bantu belajar yang dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis. Siswa juga menunjukkan sikap lebih selektif dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan lulusan SMK yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital. Evaluasi kegiatan Abdimas dilakukan dengan mengukur tingkat kepuasan terhadap 210 peserta pelatihan, terdapat 168 peserta dengan menjawab sangat puas, 21 peserta menjawab dengan puas, dan 21 peserta menjawab dengan cukup puas. Pihak sekolah sangat berharap agar yang akan datang dilakukan Pelatihan yang mendukung sesuai kurikulum pada sekolah kejuruan.  Program ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan berbasis teknologi pendidikan vokasi nasional.

Page 1 of 2 | Total Record : 14