cover
Contact Name
Uswatun Khasanah
Contact Email
uswatunkhasanah6815@gmail.com
Phone
+6285642588866
Journal Mail Official
uswatunkhasanah6815@gmail.com
Editorial Address
https://tahtamedia.co.id/index.php/mjn/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
(MJN)
ISSN : 29630150     EISSN : 29640598     DOI : 10.550.80
Core Subject : Health, Science,
Medical Journal of Nusantara (MJN) E-ISSN : 2964-0598, P-ISSN 2963-0150 is a scientific journal that publishes research articles, case reports, case reports, literature reviews (reviews), and other topics relevant to the field of medicine and health. Medical Journal of Nusantara (MJN) is published three times a year, namely every January-March, April-August, September-December Published areas of knowledge include: Nursing Pharmacy Physiotherapy Health Technology Nutrition And Nutrition Public Health Obstetrics Education And Health Promotion Hospital Administration and Management Health Law and Ethics Occupational Health and Safety Maternal and Child Health Mental Health Medical Education Submit your manuscripts today! through our online system (If you reached any problems in your papers submission, please contact us at email: admin@tahtamedia.co.id Download Medical Journal of Nusantara (MJN) Guide of Authors for writing and style in here.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)" : 7 Documents clear
ANALISIS MUTU PELAYANAN TERAPI WICARA BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN TERAPI WICARA DI RS KABUPATEN KLATEN Gunawan; Setyadi Nugroho
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.46

Abstract

Penyelenggaraan  pelayanan  kesehatan  di  Indonesia  baik  yang  diselenggarakan pemerintah pusat maupun daerah harus memperhatikan mutu/kualitas pelayanan. Beberapa hal  yang  menjadi  alasan  diatas,  pertama,  mutu  pelayanan  kesehatan  merupakan  hak masyarakat/warga  negara  yang harus  dipenuhi  oleh pemerintah.  Kedua, mutu pelayanan kesehatan dapat menjadi jaminan bagi pelanggan/masyarakat untuk mencapai hasil berupa optimalisasi derajat kesehatan masyarakat (Leebov, 1991). Sesuai Amanah Undang-Undang  RI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Pasal 24 ayat 1,  Undang-Undang RI No. 44 Tahun 2014 Tentang Rumah Sakit   Pasal 13 ayat 3, Undang-Undang RI  No. 36 Tahun  Tentang Tenaga Kesehatan Pasal 58 ayat 1a. Bahwa Setiap Tenaga Kesehatan : Harus memenuhi ketentuan Kode Etik, Standar Profesi, Hak Pengguna Pelayanan Kesehatan, Standar Pelayanan, dan Standar Operasional Prosedur. Oleh karena itu ketersedian standar pelayanan terapi wicara yang berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah tertuang pada Peratutan Menteri Kesehatan No 81 tahun 2014 yang akan dikaji secara analisis pada penelitian ini di Kabupaten Klaten. Tujuan. Mengetahui mutu pelayanan terapi wicara di rumah sakit di Kabupaten Klaten berdasarkan Standar Pelayanan Terapi menggunakan Parameter Peraturan Menteri Kesehatan RI No 81 Tahun 2014. Subyek dan Metode. Penelitian ini menggunakan metode survey, Jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini bertujuan mencari informasi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah bukan untuk menguji hioptedid. Informan diambil secara purposive sampling. Instrumen. Dalam peneleitian ini adalah Parameter Standar Pelayanan Terapi Wicara berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 81 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Terapi Wicara. Hasil Penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini yang dapat disimpulkan adalah dari lahan penelitian yang disurvey sebanyak 2  RS Pemerintah lokasi yang berada di Kabupaten Klaten : 1). Rumah Sakit Umun Pusat Dr Soeradji Tirtonegoro: Score 55,6 dengan Keterangan C. (2) Rumah Sakit Jiwa Dr Soejarwadi : Score 80 Keterangan B + atau A -. Hasil mengucu Berdasarkan Parameter Standar Pelayanan Terapi Wicara PMK 81 tahun 2014.
STUNTING DAN KARIES DENTIS PADA ANAK NELAYAN MUARA ANGKE JAKARTA UTARA Wan Nedra; Chaerita Maulani; Anita Rosa; Chrisni O. Jusup; Nugroho A Riyadi; Dharma Satya Aprianto
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.47

Abstract

Stunting menjadi masalah kesehatan anak di Indonesia termasuk Jakarta. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya konsumsi protein dan pengetahuan ibu yang kurang terhadap cara pemberian makanan tambahan pada usia 6 bulan. Indonesia sebagai wilayah yang dikelilingi laut secara otomatis memberikan asupan protein yang cukup, namun Riskesdas tahun 2018, masih ada 38,9% balita Indonesia mengalami masalah gizi, stunting sebesar 23,4%. Untuk mengetahui kondisi masyarakat Jakarta Utara yang tinggal di area pekerja perikanan khususnya Muara Angke, Universitas YARSI bekerja sama dengan PP Muslimat NU dan beberapa sponsor yang diperoleh oleh PP Muslimat NU untuk diadakannya aktifitas sosial di wilayah tersebut. Metode yang dilakukan pertemuan dengan PP Muslimat dan kader dan disepakati mengadakan kegiatan pemeriksaan lansung pada anak usia dibawah 2 tahun. Hasil didapatkan dari 106 orang yang diperiksa terdapat Stunting 33 orang (31 %), Gizi Kurang 10 orang (9,4%), Gizi Lebih 10 orang (9,4%) dan Gizi Buruk: 11 orang (10,3 %). Hasil Kesehatan Gigi, jumlah anak yang belum mempunyai gigi sebanyak 4 orang (Usia 1 tahun), jumlah anak tanpa karies adalah sebanyak 9 orang, sedangkan 39 anak menderita setidaknya satu gigi yang terkena karies. Prevalensi karies anak-anak nelayan didapatkan sebanyak 75%. Rerata karies pada anak pada pemeriksaan ini adalah 4,46 gigi dengan median 4. Sebanyak 23 anak memiliki jumlah gigi karies lebih atau sama dengan 5 gigi. Kejadian karies pada gigi sulung dapat mengarah pada premature loss atau kehilangan dini gigi sulung, yang akibat lanjutnya dapat menyebabkan terjadinya kondisi maloklusi (gigitan yang tidak baik). Pemeriksaan pada ibu hamil, hanya berhasil dilakukan pada 2 orang dan ditemukan karies dan gigi hilang. Sebagai bagian dari kegiatan tersebut setiap tim kesehatan melakukan edukasi dari hasil yang diperoleh secara individu. PP Muslimat NU bersama mitra juga melakukan upaya perbaikan kondisi ekonomi dengan mengadakan penyuluhan tentang pemberdayaan ekonomi, pemberian bingkisan berupa sembako, alat tulis dan amplop yang berisi sejumlah uang untuk anak yatim dan dhuafa. Sebagai rekomendasi temuan anak stunting dan yang mempunyai kondisi gigi yang perlu penanganan lebih lanjut diharapkan untuk dapat dilakukan intervensi oleh dokter puskesmas beserta kader kesehatan yang sudah terlatih. Diharapkan dengan adanya pengabdian masyarakat ini, menjadi pelajaran untuk bisa sebagai “Agent of Change” dimasyarakat dan dapat bermanfaat untuk tridarma perguruan tinggi YARSI.
URINARY TRACT INFECTION WITH STUNTING AND NON-STUNTING IN RURAL AREA PANDEGLANG, BANTEN, INDONESIA 2021 Wan Nedra; Yulia Suciati; Muhammad Arsyad; Sarah Kemalasari; Khansadhia Hasmaradana Moiindie; Mochamad Alif Ariesando; Nabila Wahyu Salsabilla; Adifa Mazdalifah
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.57

Abstract

Urinary Tract Infections (UTIs) are bacterial infection that often occurs in childhood. Its occurrence depends on several predisposing factors and individual immunocompetence. Children with stunting have impaired immune function; therefore, early detection and prompt treatment of associated infections in children with stunting are critical. This study aimed to identify the association between UTI incidence in stunting and non-stunting children in Banten. This cross-sectional study was conducted in Pandeglang Regency, Banten. The subject of this study was 120 children aged 6 to 72 months. Well-nourished children matched for age were selected for the control group. Data was collected by a questionnaire-guided interview, physical examination, and urinalysis examination. Out of 120 respondents, 72 respondents (60%) were categorized as stunting and 26 respondents (21,67%) had UTIs. Out of the respondents who experienced UTIs, 15 respondents (12.5%) were categorized as severely stunted, and 5 respondents (4.17%) were categorized as stunted. There is an association between UTI and stunting.
HUBUNGAN INFEKSI CACING TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI 2 LOKUS STUNTING WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Wan Nedra; Sharfina Anisa Eka Putri; Mochamad Alif Ariesando
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.58

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurut Riskesdas 2018, 30,8% anak balita atau satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Infeksi cacing merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini di Pekanbaru, prevalensi infeksi cacing pada anak balita adalah 12,7%. Perhatian peneliti-peneliti terdahulu terhadap infeksi cacing pada anak lebih banyak pada anak-anak usia sekolah dasar daripada usia balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan infeksi cacing terhadap kejadian stunting pada balita di 2 lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Kampar Kabupaten Kampar. Penelitian dengan menggunakan metode cross sectional ini dilakukan di desa Ranah Singkuang dan desa Pulau Jambu. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik non probality sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu dengan melakukan pemeriksaan antropometri dan pemeriksaan feses metode direct smear. Metode analisis dengan uji Chi-Square. Hasil yang didapat adalah sebanyak 27 anak menderita stunting (33.8%) dan 15 anak positif infeksi cacing (18.8%). Jenis cacing yang paling banyak ditemukan adalah cacing T. trichiura (8.8%). Kesimpulan Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara infeksi cacing terhadap kejadian stunting pada balita di 2 lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Kampar Kabupaten Kampar. Masih diperlukan penelitian yang lebih banyak mengenai anak-anak balita terutama yang mengalami stunting dan infeksi cacing.  
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR DENGAN SENAM BIO ENERGY POWER Suryanti
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.114

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan diikuti berbagai permasalahan kesehatan terutama secara degeneratif yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan, antara lain:  gangguan sulit tidur (insomnia). Olah raga atau aktivitas  fisik akan menstimulatori aktivitas 5-hidroksi-triptamin (5-HT) atau  serotonin.  Pelepasan  5-HT  ke  diensefalon  dan  serebrum  akan membantu menyebabkan  tidur  normal, dengan cara  menginhibisi aktif sistem non-5-HTnergik supraspinal (Nurdianningrum et al., 2016). Senam lansia adalah salah satu aktivitas olahraga yang biasanya dilakukan lansia akan mendorong jantung bekerja optimal, dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh dan terbukti memperbaiki kualitas tidur pada lanjut usia (Sumedi & Kuswati, 2010). Namun senam lansia biasanya hanya dipergunakkan untuk lansia yang sehat dan yang hanya bisa berdiri sedangkan lansia yang tdk kuat berdiri tidak bias melasanakan. Senam Bio Energy Power (BEP) adalah jenis senam di dunia kedokteran disebut Autotherapy. Senam ini merupakan kombinasi  olah energi dan olah gerak yang dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan tubuh dalam mengobati diri sendiri baik secara fisik maupun psikis. Karena senam BEP ini sinergis dan sangat mendukung pengobatan medis, sehingga baik dan cocok dilakukan orang yang sehat maupun yang sedang sakit. Senam BEP bias dilakukan oleh lansia baik yang bias berdiri tegak maupun yanghanya bias duduk dikursi roda atau bahkan sambil tiduran, mampu untuk meningkat kualitas tidur lansia (Muhammad Fauzi, 2019). Tujuan: Mengetahui  Pengaruh Senam BEP Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Di Panti Wredha Dharma Bakti Kasih Surakarta. Metodologi penelitian:  Metode quasy experiment dengan rancangan penelitian non equivalent control group design. Dilaksanakan di Panti Wredha Darma Bakti Kasih  dan Panti Lansia Aisyiyah Surakarta. Dengan diberi eksperimen senam BEP di Panti Wredha Darma Bakti Kasih, dan senam lansia di Panti Lansia Aisyiyah  2 kali seminggu selama 2 minggu. Hasil dan pembahasan:  Senam BEP berpengaruh pada peningkatan kualitas tidur  pada lansia dengan nilai  p= 0.000. Senam ini akan menimbulkan efek fisik dan psikologis dengan melalui beberapa mekanisme yaitu: pertama dengan aktifitas serotonin, yang akan menginisiasi tidur. Kedua menekan aktivasi inflamasi, Mekanisme ketiga yaitu Peningkatan relaksasi. Kesimpulan; Senam BEP berpengaruh terhadap tingkat kualitas tidur pada lansia, Senam BEP dan Senam lansia berpengaruh terhadap tingkat depresi  pada lansia.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JAMBUKULON KABUPATEN KLATEN Salsa Minggar Lutfita; Murwati; Pramita Yuli Pratiwi
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.126

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena mencerminkan nilai kesehatan perempuan yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Program Pemerintah terkait pencegahan dan pengendalian anemia adalah pemberian tablet tambah darah sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Konsumsi obat dalam jumlah banyak dan lama serta efek samping obat dapat membuat ibu tidak nyaman sehingga tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah, yang akan meningkatkan risiko anemia. Oleh karena itu pengetahuan menjadi sangat penting untuk dapat merubah perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan tablet tambah darah pada ibu hamil. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, data primer dan instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan MMS-8. Jumlah sampel sebanyak 38 ibu hamil trimester III secara purposive sampling di Puskesmas Jambu Kulon Klaten. Analisis data dengan uji pearson chi-square. Hasil analisis univariat didapatkan usia paling banyak antara 20 – 25 tahun sebanyak 57,9%, pendidikan SMA sebanyak 65,8%, pekerjaan mayoritas sebagai ibu rumah tangga sebanyak 76,3%. Tingkat pengetahuan baik sebesar 52,6% dan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 36,8%. Hasil uji pearson chi square menunjukkan nilai p=0,011. Kesimpulan yaitu ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Jambukulon Klaten.
PENGEMBANGAN SEDIAAN KRIM DENGAN BAHAN AKTIF TANAMAN ALPUKAT BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus Aureus Lestari, Titik; Suhendriyo
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.174

Abstract

Tanaman alpukat merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat, salah satunya dalam pengobatan jerawat, munculnya jerawat sangat mengganggu penampilan seseorang sehingga akan segera mencari solusi untuk menghilangkannya, peradangan yang terjadi pada jerawat dapat dipicu oleh bakteri salah satunya oleh Staphylococcus aureus. Kandungan senyawa-senyawa metabolit sekunder tanaman alpukat mempunyai aktivitas antibakteri. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain one shot case study dengan menggunakan krim dengan 4 macam variasi perlakuan (ekstrak daun, ekstrak kulit buah, ekstrak biji buah, dan ekstrak buah alpukat), kontrol positif dan kontrol negatif dengan 3 replikasi. Hasil uji antibakteri krim dengan bahan aktif ekstrak tanaman alpukat terhadap bakteri Staphylococcus aureus, menunjukkan hasil rerata diameter zona hambat yang tertinggi pada krim dengan ekstrak kulit buah alpukat menunjukkan hasil 8,96 mm. Hasil uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dari sediaan krim dengan bahan aktif ekstrak daun, kulit dan biji termasuk kategori sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7