Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah"
:
13 Documents
clear
Sejarah Masuk dan Perkembangnya Islam di Australia Pada Abad Ke 18-20 M
Syachrir, Khumaerah;
Najamuddin, Najamuddin;
Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan awal masuknya Islam dan kondisi penduduk Muslim serta perkembangan Islam di Australia pada abad ke-18 hingga abad 20M. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah yang sifatnya deskriptif naratif dengan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan keadaan awal masuknya Islam dan proses perkembangan Islam di Australia. Dengan melalui tahap seperti heuristik, kritik sumber meliputi kritik internal dan eksternal, interpretasi dan tahap akhir yakni historiografi. Hasil analisis data yang bersumber dari buku-buku, jurnal maupun internet. Yakni Masuknya Islam ke Australia pertama kali dibawa oleh nelayan dari Sulawesi yang datang ke perairan Australia Barat, Australia Utara dan Queensland pada abad 17 M. Selanjutnya, Islam dibawa oleh penunggang unta dari Afghanistan yang didatangkan dalam ekspedisi ke padalaman Australia di abad 18 M. Kemudian, Islam dibawa oleh para Imigran dari berbagai daerah seperti Afghanistan, Malaysia, Lebanon, Turki, Bosnia, Pakistan, dan Indonesia di abad 19 dan 20 M. Kesimpulannya, Masyarakat Australia sekarang pada dasarnya adalah hasil dari proses pencampuran imigran yang memasuki Australia dalam tiga gelombang utama. Kondisi masyarakat sebagai melting pot itu tentu akan berpengaruh juga terhadap aspek kehidupan bangsa Australia. khususnya kehidupan beragama khususnya agama Islam, di mana Islam di Australia masih terbilang langka dan termasuk minoritas.
Kecamatan Bontocani, 1960-1979.
Isfar, Awaluddin;
Asmunandar, Asmunandar;
Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Kecamatan Bontocani sebelum tahun 1960, perkembangan Kecamatan Bontocani dari tahun 1960-1979, serta dampak pembentukan Kecamatan Bontocani pada bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan infrastruktur dalam kurun waktu (1960-1979). Penelitian ini adalah penelitian sejarah yang bersifat deskriptif analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan beberapa tahapan kerja yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi dan historiografi (penulisan karya sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Bontocani sebelum tahun 1960 merupakan daerah hutan yang minim akan akses jalan. Sistem pemerintahan pada saat itu adalah pemerintahan Akkarungeng (kerajaan lokal) yang kemudian berubah menjadi pemerintahan distrik. Kehidupan masyarakat yang sangat sederhana dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan cara bertani secara tradisional. Setelah menjadi sebuah kecamatan dan dipimpin oleh seorang camat, Bontocani perlahan mulai mengalami perkembangan diberbagai bidang. Camat pertama yang memerintah di Kecamatan Bontocani yaitu Andi Mappanganro (Petta Cani), kemudian dilanjutkan camat kedua oleh seorang tentara yaitu Letnan Saguni Dewa. Pada pemerintahan camat kedua ini, perkembangan Kecamatan Bontocani jauh lebih baik ditandai dengan pembangunan yang dilakukan di berbagai bidang meliputi bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan infrastruktur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah terbentuk menjadi sebuah kecamatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta infrastruktur penunjang memberikan dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Akhir penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan pembentukan Kecamatan Bontocani memberikan perkembangan yang lebih baik di berbagai bidang serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Peranan Pemerintah dalam Pengelolaan Kawasan Wisata Budaya dan Sejarah Rumah Adat Atakkae Sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan di Kabupaten Wajo
Abriani, Andi
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini ditulis untuk mengetahui tentang Peranan Pemerintah dalam Pengelolaan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten Wajo dan Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pemerintah dalam pengelolaan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten Wajo. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jumlah pengunjung obyek wisata dari tahun 2017-2020. Sumber data penelitian ini adalah sumber primer yang dituturkan atau sumber data. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah Teknik kualitatif dimana peneliti menggunakan kata-kata secara deskriptif untuk menjelaskan fakta yang diperoleh peneliti menggunakankata-kata secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini yaitu factor-faktor yang berperan mendukung pengembangan objek wisata Rumah Adat Atakkae meliputi factor lokasi, topografi, keadaan iklin, sumber air, aksesibilitas, infrastruktur dan sapta pesona, sedangkan factor yang kurang mendukung adalah atraksi wisata dan akomodasi. Atraksi wisata atau daya Tarik yang terdapat di obyek wisata Rumah Adat ini tidak lain hanya pemandangan alam saja tanpa adanya atraksi wisata pendukung lainnya dan tidak tersedianya fasilitas akomodasi baik itu penginapan maupun rumah makan objek wisata Rumah Adat Atakkae.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS SMAN 2 Pinrang
Jumriani, Jumriani;
Bahri, Bahri;
Jumadi, Jumadi
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS SMAN 2 Pinrang pada Mata Pelajaran Sejarah melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 2 Pinrang dengan jumlah peserta didik 28 orang, yakni terdiri dari 11 orang laki-laki dan 17 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan lembar observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar sejarah peserta didik setelah melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick; yaitu pada siklus I menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik yaitu 68% berada pada kategori sedang. Siklus II menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 84% pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 2 Pinrang.
Budaya Arak-arakan dalam Masyarakat Indonesia pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-2019.
Sawitri, Sawitri;
Pujiyana, Pujiyana
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Budaya sebuah tradisi yang dilakukan secara terus menerus. Arak-arakan dalam pemilu selalu dilakukan sebagai sebuah pertanda adanya pesta demokrasi dalam suatu negara. Masyarakat Indonesia sudah beranggapan bahwa pesta demokrasi harus ramai, meriah. Arak-arakan yang dilakukan dapat membuat kegaduhan bahkan terkadang kerusuhan. Sebuah budaya sehingga akan terus dilakukan apabila aturan dalam kampanye tidak diperbaharui. Masyarakat yang cerdas akan berfikir untuk dapat mengikuti pesta demokrasi secara lebih santun tidak mendekat kerusuhan dan berdampak yang tidak baik. Pesta dengan di lakukan di jalan dapat mengganggu transportasi, terkadang masyarakat yang di dekat jalan juga takut dengan arak-arakan yang biasanya ratusan bahkan ribuan orang. Orasi dapat juga dilakukan di tempat tertutup dengan perwakilan– perwakilan dari setiap partai. Budaya memang akan terus ada dan berjalan apabila masyarakat tetap menganut dan menjalankan. Pemilu pada pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2014-2019 budaya arak-arakan tetap dijalankan. Budaya arak – arakan yang di Jawa lebih banyak karena partai besar dari pengusung calon presiden dan wakil presiden ada di wilayah Jawa dan di luar Jawa arak-arakan hanya sedikit karena tidak ada partai besar di wilayah luar Jawa sebagai partai pengusungnya.
Tradisi Ma’nene di Desa Tonga’riu Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara: dari Aluk Tudolo ke Aluk Kristen, 1990-2017.
Bakkarrang, Masytha;
Patahuddin, Patahuddin;
Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tradisi Ma’nene di Desa Tonga’riu Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara: Dari Aluk Todolo ke Aluk Kristen (1990-2017), Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar, (Dibimbing oleh Patahuddin dan Najamuddin). Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk mengetahui tata cara pelaksanaan tradisi ma’nene berdasarkan Aluk Todolo dan Aluk Kristen di Desa Tonga’riu Kec. Sesean Sulora, Toraja Utara serta dampak pada masyarakat di Desa Tonga’riu Kec. Sesean Suloara, Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yakni: Heuristik (pengumpulan data dan sumber), kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan kritik ekstern, interpretasi atau penafsiran dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma’nene berdasarkan Aluk Todolo di sebut dengan man’ta’da artinya memohon berkat kepada nenek moyang agar dilimpahkan berkat dan dijauhkan dari malapetaka yang diawali dengan mengganti pakaian jenazah yang dipimpin oleh To’minaa. Hari selanjutnya seluruh hewan yang dikurbankan di kumpulkan untuk dipersembahkan kepada para leluhur nenek moyang. Dan diakhiri dengan mengundang arwah nenek moyang dengan cara pembacaan doa-doa dengan 80 kata-kata bahasa Toraja kuno yang dilakukan oleh Tomina. Setelah itu, arwah nenek moyang sudah dianggap datang memakan persembahan yang telah disediakan didalam tubuh Tominaa yang dengan kata lain Tominaa yang memakan persembahan itu. Adapun Tata cara pelaksanaan ma’nene berdasarkan Aluk Kristen disebut dengan ma’putu atau membungkus kembali yang diawali dengan beribadah di gereja yang dipimpin oleh pendeta. Ritual ma’nene berdasarkan Aluk Kristen merupakan adat yang harus dilakukan pada waktu yang telah disepakati keluarga. Hewan yang dikurbankan sebagian dipersembahkan kepada nenek moyang dan sebagian dikomsumsi bagi mereka yang hadir diacara tersebut. Kegiatan ini diakhiri dengan acara ucapan syukur yang disebut massemba. Makna Ma'nene bagi Aluk Todolo dan masyarakat yang beragama Kristen memiliki kesamaan yaitu tanda kasih sayang terhadap kerabat yang meninggal. Pengaruh Ma'nene terhadap Kristen itu sesungguhnya tidak terlalu mencolok bagi masyarakat yang menganut agama Kristen, namun bagi orang Aluk Todolo itu sangat berpengaruh karena banyaknya perubahan yang terjadi dari segi tatacaranya dan aturan-aturan yang berlaku menurut Aluk Todolo.
Penggunaan Media Film Dokumenter dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Bone
Wahyuni, Riska;
Amirullah, Amirullah;
Bosra, Mustari
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone pada Mata Pelajaran Sejarah melalui penggunaan Media Film Dokumenter. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah peserta didik 25 orang, yakni terdiri dari 12 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan dan Siklus II dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan lembar observasi.Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar sejarah peserta didik setelah penggunaan media film dokumenter, yaitu pada siklus I menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar peserta didik yakni 70,36% berada pada kategori sedang. Siklus II menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 83,92% berada pada kategori tinggi.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film dokumenter dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone.
Kerajaan Gowa dalam Proses Islamisasi di Kerajaan Bantaeng 1607-1887
Lukman, Lukman;
Najamuddin, Najamuddin;
Patahuddin, Patahuddin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang Kerajaan Gowa berperan aktif dalam proses Islamisasi di Kerajaan Bantaeng, upaya-upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Gowa, serta dampak Islamisasi terhadap masyarakat di Kerajaan Bantaeng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, setelah Kerajaan Gowa menerima Agama Islam maka keraajaan Gowa kemudian menjadi episentrum penyebar luasan Islam di Sulawesi Selatan, berbagai upayah pun dilakukan oleh Kerajaan Gowa untuk melakukan proses Islamisasi mulai dengan mengeluarkan Dekrit Kerajaan Gowa, mengutus ulama bahkan jalur penaklukan pun dilakukan dalam proses Islamisasi, hadirnya Islam tentunya berdampak besar pada kehidupan masyarakat Bantaeng pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu pengumpulan data atau sumber tentang objek penelitian, kritik sumber untuk menentukan keterkaitan serta keaslian dari sumber tersebut sehingga sumber tersebut layak untuk dijadikan sebagai bahan referensi, interpretasi atau penafsiran dari hasil olahan data serta historiografi atau tahap penulisan hasil analisa dari temuan fakta sejarah.
Berau Masa Kolonialisme Belanda Abad XVIII-XX
Risfiana, Ira;
Patahuddin, Patahuddin;
Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Berau Masa Kolonialisme Berau Abad XVIII-XX dengan menguraikan tatanan Kerajaan Berau sebelum kedatangan Belanda, dinamika Kolonialisme Belanda di Berau, serta dampak keberadaan Kolonialisme Belanda di Berau. Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik yakni pengumpulan data atau sumber, kritik sumber untuk mengetahui keaslian sumber, interpretasi yakni penafsiran sumber agar relevan dengan penelitian, serta tahap historiografi yakni penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum kedatangan Belanda, Berau merupakan suatu kerajaan yang memiliki sistem pemerintahan tersendiri, Sampai pada timbulnya perpecahan pada tahun 1800 yang menjadikan dua kesultanan yakni Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Hadirnya Kolonialisme Belanda di Berau secara tidak langsung memberikan dampak positif maupun negatif bagi masyarakat Berau. Selain itu, dampak yang diberikan pada saat Kolonialisme Belanda di Berau dapat dilihat dalam berbagai bidang yang juga melibatkan masyarakat Berau juga para transmigran yang datang ke daerah Berau pada saat itu. Misalnya dalam Pertumbuhan Berau sebagai daerah yang maju dengan berbagai fasilitas penunjang perekonomian dengan tumbuhnya kota pelabuhan yang memberikan andil besar bagi masyarakat pesisir untuk terlibat dalam aktivitas dan jasa hingga pembangunan jalan penghubung dari Kota Tanjung Redeb ke Kota Teluk Bayur yang masih digunakan sebagai jalur aktivitas perekonomian sampai saat ini.
Diaspora : Studi Tentang Peran Sosial Ekonomi Dan Politik Suku Bugis di Kabupaten Indragiri Hilir, 1998-2018.
Aulia E.M, Andi;
Bosra, Mustari;
Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang dilakukan oleh suku Bugis baik antar sesama suku Bugis maupun dengan suku lainnya, serta peran yang dihadirkan suku Bugis dalam bidang ekonomi dan politik di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan historis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa suku Bugis dapat beradaptasi dan berinteraksi secara baik dan damai dengan masyarakat Melayu yang merupakan suku asli di Kabupaten Indragiri Hilir, termasuk juga dengan masyarakat perantau lainnya yang berasal dari Pulau Jawa, Kalimantan dan sebagainya. Di Kabupaten Indragiri Hilir, suku Bugis sangat berperan penting dalam bidang ekonomi dan politik. Mereka menjadi pemilik lahan-lahan perkebunan dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan daerah. Bagi suku Bugis, Siri’ merupakan jiwa dan harga diri mereka, budaya nilai-nilai luhur sebagai pendorong untuk bisa menetap dan sukses ditanah perantauan. Hal ini menegaskan bahwa suku Bugis tetap memegang teguh budaya dan nilai-nilai luhur dimanapun berada.