Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah"
:
18 Documents
clear
Pemanfaatan Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi IPS SMAN 1 Jeneponto
Mantasia, Mantasia
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
TikTok merupakan aplikasi yang bukan hanya menjadi passif untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana aktif untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran yang membangun keterampilan kognitif mereka (Biduri, 2023). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfataan dan keberhasilan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran Sejarah di kelas XI IPS SMAN 1 Jeneponto. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang sangat signifikan pada saat pembelajaran Sejarah sebelum menggunakan aplikasi TikTok dan setelah menggunakan aplikasi TikTok dimana dapat dilihat pada jumlah dan persentase siswa yang tuntas serta penurunan yang signifikan dari jumlah siswa yang tidak tuntas pada mata pembelajaran sejarah.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Pokok Bahasan Peristiwa Seputar Proklamasi di kelas XI SMA Negeri 1 Polewali
Akbar, Aidul
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi di kelas XI SMA Negeri 1 Polewali. 2. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah kelas di Kelas XI SMA Negeri 1 Polewali. 3. Mengetahui partisipasi peserta didik dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah pada pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi di kelas XI SMA Negeri 1 Polewali. (1) Implementasi pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Polewali telah terlaksana dengan baik sesuai dengan alur tujuan pembelajaran dan modul pembelajaran yang dibuat oleh guru sejarah: (2) Guru menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan waktu, lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, media elektronik, model pembelajaran, dan evaluasi kurang tepat.; (3) Pendidikan karakter mempunyai dampak positif terhadap keterlibatan peserta didik, dibuktikan dengan karakter yang baik dan ketegasan aturan yang ketat dari pihak sekolah.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa Melalui Metode Active Knowledge Sharing Dan Implementasi Multimedia Berbasis Google Earth Dalam Pembelajaran Sejarah di MAN 1 Majene
Rusli, Nurliani
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa Kelas XI IPS MAN 1 Majene melalui penerapan metode active knowledge sharing dan multimedia berbasis google earth dalam pembelajaran Sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa Kelas XI IPS MAN 1 Majene. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes/angket dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peningkatan kemampuan kognitif siswa melalui metode active knowledge sharing dan implementasi multimedia berbasis google earth dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Majene pada siklus I menunjukkan bahwa siswa mengalami perkembangan kemampuan kognitif dengan sangat baik (SB) persentase 25% atau nilai rata-ratanya 88,5 dan kategori baik (B) 37,5% atau nilai rata-ratanya 81,22. Sedangkan siswa kategori cukup (C) 25% atau nilai rata-ratanya 70,83 dan siswa kategori kurang (K) 12,5% atau nilai rata-ratanya 64,67. Maka diperoleh rata-rata hasil observasi perkembangan kemampuan kognitif kelas XI IPS yaitu 78,37 pada siklus I. 2) Pada sisklus II hampir keseluruhan siswa mengalami perkembangan kemampuan kognitif dengan sangat baik (SB) dengan persentase 54,16% atau nilai rata-ratanya 91,38 dan kategori baik (B) 37,5% atau nilai rata-ratanya 84 dan siswa kategori cukup (C) 8,33% atau nilai rata-ratanya 74,5. Maka diperoleh rata-rata hasil observasi perkembangan kemampuan kognitif kelas XI IPS meningkat pada siklus II yaitu 87,20. 3) Penggunaan metode active knowledge sharing multimedia berbasis google earth sebagai media pembelajaran pada materi masuknya bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara setiap tahap mengalami peningkatan. Jumlah nilai tes dari skor 1.784 (pra siklus) meningkat 97 skor menjadi 1.881 (siklus I) dan pada pasca siklus II meningkat 212 skor menjadi 2.093 (siklus I). Nilai terendah dalam satu kelas juga meningkat dari skor 62 (pra siklus) menjadi 64 (siklus I) dan 76 (siklus II), sedangkan nilai tertinggi juga mengalami peningkatan yaitu dari 87 (pra siklus) menjadi 90 (siklus I) dan 96 (siklus II).
Penerapan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Nearpod dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI. 3 UPT SMA Negeri 7 Enrekang
Istiqamah, Nurul
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas XI.3 UPT SMA Negeri 7 Enrekang pada Mata Pelajaran Sejarah melalui penerapan media pembelajaran interaktif berbasis Nearpod. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di UPT SMA Negeri 7 Enrekang dengan subjek penelitian peserta didik Kelas XI.3 pada Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 29 orang terdiri dari 20 laki-laki dan 9 perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahapan: perencanaaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: observsi, angket dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerepan media pembelajaran interaktif berbasis Nearpod dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI.3 UPT SMA Negeri 7 Enrekang. Peningkatan motivasi belajar peserta didik dapat dilihat pada tahap pra siklus yang menunjukkan bahwa skor total angket yang diperoleh peserta didik sebanyak 3547 yang menghasilkan nilai rata-rata motivasi belajar peserta didik hanya mencapai 55,56% berada pada kategori rendah. Kemudian pada siklus I menunjukkan bahwa skor total angket yang diperoleh peserta didik sebanyak 4015 yang menghasilkan nilai rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 65,28% berada pada kategori sedang. Dan pada siklus II menunjukkan bahwa skor total angket yang diperoleh peserta didik sebanyak 5202 yang menghasilkan nilai rata-rata motivasi belajar peserta didik meningkat menjadi 81,53% berada pada kategori tinggi, maka peningkatan tersebut sudah mencapai tingkat keberhasilan penelitian sehingga peneliti menyelesaikan penelitian pada siklus II
Tradisi Mangpatindak Bola di Desa Masalle, Kab. Enrekang, 2004-2023
Arifah, Nur
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui latar belakang bagaimana dalam tradisi mangpatindak bola di desa Masalle, Kabupaten Enrekang (2004 - 2023). Serta manfaat dari tradisi mangpatindak bola, dan dampak sosial dari tradisi mangpatindak bola. Fokus penelitian terhadap praktek pelaksanaan tradisi mangpatindak bola, Makna, serta dampak sosial dalam tradisi mangpatindak bola di Desa Masalle, Kab. Enrekang (2004-2023) dengan menggunakan metode penelian Kualitatif. Adapun empat tahapan pada metode penelitian Kulitatif yaitu: heuristic, kritik , interpretasi, dan historiografi. Hasil studi menunjukkan bahwa: Latar belakang tradisi mendirikan rumah panggung dapat dilihat dari praktik pelaksanaan tradisi mangpatindak bola: pada studi kasus tiga rumah panggung yang dimana pada tahun 2004-2023 mengalami perubahan, baik dari bahan bangunan, alat yang digunakan maupun, penyajian makanannya. Perubahan-perubahan tersebut mengikuti seiring dengan perkembangan zaman. Selain dari perubahan perubahan yang terjadi rumah panggung memiliki makana yang terkandung didalamnya seperti kegunaan ruangan rumah, kolom rumah. Sedangakan bagian bawah rumah digunakan untuk tempat tinggal, warung, penyimpanan kendaraan, serta tempat penyimpanan hasil panen. Selain dari paraktek pembuatan rumah dan manfaat dari tradisi mangpatindak bola, juga memiliki dampak dari tradisi mangpatindak bola baik dari dampak positif maupun negatif.
Model Literature Circle Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X.2 di SMA Negeri 20 Bone
Safitri, Savira Rahmadani
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji dinamika Jurusan Pendidikan Sejarah dari masa ketika masih bernaung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Hasanuddin hingga bertransformasi menjadi Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar pada periode 1963–2022.Fokus kajian mencakup latar belakang pendirian, perubahan struktur organisasi dan nomenklatur, perkembangan kurikulum dan sumber daya manusia, serta posisi program studi dalam konteks Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di kawasan Timur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, penelusuran arsip institusi, serta wawancara dengan dosen dan tokoh kunci yang terlibat langsung dalam perjalanan Jurusan/Program Studi Pendidikan Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu hampir enam dekade, Jurusan Pendidikan Sejarah mengalami sedikitnya lima kali perubahan nama dan kedudukan kelembagaan sejalan dengan dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional dan transformasi IKIP Ujung Pandang menjadi Universitas Negeri Makassar. Temuan lain mengindikasikan bahwa Pendidikan Sejarah merupakan salah satu program studi tertua dan ikut berperan sebagai perintis dalam pembentukan Universitas Negeri Makassar, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan guru sejarah serta tenaga ahli di bidang kearsipan, museum, dan lembaga sosial lainnya. Secara keseluruhan, dinamika tersebut memperlihatkan kemampuan adaptasi kelembagaan di tengah perubahan paradigma pendidikan tinggi dan tuntutan profesionalisme guru pada era modern
Implementasi Virtual Tour Museum Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Dalam Meningkatkan Critical Thingking Skill dan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X.1 SMAN 19 Bulukumba
Rusdi, Widya Anugrah
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 19 Bulukumba dengan subjek penelitian kelas X.1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Implementasi Virtual Tour Museum sebagai media pembelajaran sejarah dalam meningkatkan critical thingking skill dan kemampuan komunikasi siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ; observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif-deskriftif. Persentase pemerolehan capaian pada tahap pra siklus 26,66% untuk kemampuan berpikir kritis dan 18,32% untuk kemampuan komunikasi. Kemudian pada siklus I dengan persentase rata-rata 51,2% untuk kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi 34,44% %. Pada siklus ke II peningkatan kemampuan berpikir krtitis dan kemampuan komunikasi disetiap indikator dengan persentase masing-masing 75,55% maka peningkatan tersebut sudah mencapai tingkat keberhasilan penelitian sehingga peneliti menyelesaiakan penelitian pada siklus II.
Implementasi Program Satap di SDN 76 Tengapadange dan SMP Satap Negeri Tengapadange, 2009-2023
Melani, Melani
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan latar belakang didirikannya SMP SATAP Negeri Tengapadange, perkembangan SMP SATAP Negeri Tengapadange serta seberapa banyak lulusan SDN 76 Tengapadange yang melanjutkan pendidikan ke SMP SATAP Negeri Tengapadange selama periode 2009-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode sejarah dengan tahapan kerja yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini mengambil lokasi di SDN 76 Tengapadange dan SMP SATAP Negeri Tengapadange. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, staf kesiswaan, siswa, alumni, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP SATAP Negeri Tengapadange yang didirikan pada tanggal 1 Mei 2009 sebagai upaya pemerintah Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan akses pendidikan, terutama bagi lulusan SDN 76 Tengapadange. SMP SATAP Negeri Tengapadange juga berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan lanjutan bagi lulusan SDN 76 Tengapadange dan sekolah sekitar. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa sekitar 80% siswanya berasal dari SDN 76 Tengapadange. Sekolah ini membantu mengurangi angka putus sekolah dengan mempermudah akses ke jenjang SMP Negeri. Namun, lebih dari separuh lulusan SDN 76 Tengapadange (53,85%) memilih melanjutkan pendidikannya di luar SMP SATAP Negeri Tengapadange, seperti di MTs DDI Tengapadange karena salah satu alasannya dorongan orang tua untuk memperdalam pendidikan agama. Meskipun program SATAP di SMP SATAP Negeri Tengapadange berhasil menarik siswa, sekolah ini belum menjadi pilihan utama seluruh siswa lulusan SDN 76 Tengapadange.
Interaksi Agama dan Budaya Lokal: Analisis Sejarah Sosial Atas Kehadiran GKII di Tana Toraja
Datu P, Stefanny
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah kehadiran dan perkembangan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Tana Toraja sejak tahun 1955 hingga 2024 serta menganalisis dampak sosial-keagamaan yang ditimbulkannya dalam kehidupan masyarakat setempat. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika pertumbuhan gereja dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Toraja yang memiliki tradisi adat yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi; kritik sumber untuk menilai keabsahan data; interpretasi terhadap fakta sejarah; serta historiografi dalam bentuk penulisan narasi ilmiah yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran GKII di Tana Toraja diawali oleh pelayanan Pdt. M.B. Mongan di Lembang Madandan pada tahun 1955. Selanjutnya GKII mengalami perkembangan yang signifikan, ditandai dengan bertambahnya jumlah jemaat dan perluasan wilayah pelayanan hingga mencapai 33 gereja dan pos pelayanan di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara. Perkembangan tersebut memberikan dampak sosial-keagamaan berupa penguatan solidaritas jemaat, peningkatan pelayanan diakonia, serta kontribusi di bidang pendidikan melalui pendirian Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Ge’tengan. Selain itu, kehadiran GKII juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, dalam proses perkembangannya GKII juga dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan tenaga pelayan serta dinamika hubungan dengan budaya lokal. Dalam konteks ini, GKII perlu menghadapi dinamika hubungan dengan budaya lokal, khususnya dalam menentukan sikap yang kontekstual dan bijaksana terhadap ritual-ritual adat Toraja seperti Ma’badong, Ma’nene’, dan Ma’pakande Tomate. Oleh karena itu, gereja perlu mengembangkan pola pelayanan yang adaptif dan kontekstual agar tetap relevan dengan dinamika sosial serta budaya masyarakat Toraja. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa GKII memiliki peran penting dalam membentuk dinamika sosial-keagamaan masyarakat Toraja melalui pendekatan pelayanan yang mampu merespons realitas budaya lokal secara bijaksana.
Perlawanan Rakyat Tombolo Pao Terhadap Kolonialisme Belanda, 1946-1949
Wulandari, Fitria
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya perlawanan rakyat Tombolo Pao terhadap kolonialisme Belanda, bagaimana proses perlawanan tersebut berlangsung, serta dampak yang ditimbulkan dari perlawanan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada dinamika perjuangan rakyat di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, dalam melawan upaya Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Tahapan yang ditempuh meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi arsip, dan wawancara dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Tombolo Pao dipicu oleh tekanan dan tindakan sewenang-wenang Belanda terhadap masyarakat. Proses perlawanan dipimpin oleh tokoh-tokoh lokal seperti Karaeng Pado, Karaeng Teya, dan Andi Baso Makkumpalle serta dilakukan melalui beberapa aksi penting seperti pembunuhan terhadap pimpinan Belanda Fredrick Reinhard Westhoff dan penyerangan markas KNIL di pusat Distrik Parigi. Dampak dari perlawanan ini meliputi tindakan balasan dari Belanda berupa pembakaran rumah, penangkapan dan eksekusi tokoh pejuang serta penderitaan masyarakat. Namun di sisi lain perlawanan ini juga menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat solidaritas rakyat dan menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah Sulawesi Selatan.